Breaking News:

Berita Kudus

Tak Bisa Manggung, Biduan Dangdut Asal Kudus Ini Banting Setir Jualan Masker‎

Sejumlah biduan dangdut mendesak pemerintah daerah dapat memberikan izin pertunjukan konser di Kabupaten Kudus.

TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Biduan dangdut Kudus, Irma Glow (30) kiri, tengah latihan vokal ‎sembari menunggu izin konser dangdut dibuka kembali di markasnya, Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Rabu (24/6/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sejumlah biduan dangdut mendesak pemerintah daerah dapat memberikan izin pertunjukan konser di Kabupaten Kudus.

Pasalnya banyak biduan dangdut di Kabupaten Kudus banting stir sejak tak bisa menggelar konser di tengah penyebaran wabah covid-19.

Hal tersebut membuat banyak biduan dangdut yang memilih untuk banting stir untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Mengintip Kekayaan John Kei, Rumah dan Mobil Harga Miliaran, Berseteru karena Masalah Tanah

Inilah Sosok Istri John Kei, Tetangga Ungkap Kebiasaanya Seperti yang Dilakukan Suami

Lama Mengganjal, Ini Awal Mula Persoalan Tanah yang Membuat John Kei Merasa Dikhianati Nus Kei

Mbah Kung Kakek Sugiono Indonesia Asli Surabaya Ngekos di Semarang

Biduan Dangdut Kudus, Ermawati (30) warga Mlati Lor, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus‎ mengatakan, sejak adanya penyebaran covid-19 tersebut membuatnya tidak bisa menyanyi di atas panggung.

Sehingga aktivitasnya saat ini adalah berjualan alat pelindung diri (APD) seperti masker dan face shield.

"Aktivitasnya sekarang saya jualan online, masker, face shield. Saya jual face shield grosir lebih murah cuma Rp 1‎0 ribu, kalau di pasaran Rp 15 ribu," jelas dia, Rabu (24/4/2020).

Pekerjaan apapun dilakoninya agar bisa menyambung hidup. Bahkan saat penjualan masker mulai turun, dia beralih kini menjual beras.

"Sekarang masker sudah adem penjualannya ya, jadi saya sekarang berjualan beras," jelas pemilik nama panggung Irma Glow itu.

‎Dia berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bisa kembali memberikan izin kegiatan keramaian.

Pasalnya kegiatan yang mengumpulkan banyak orang selama pandemi dalam tiga bulan lalu tersebut dilarang pemerintah.

Halaman
123
Penulis: raka f pujangga
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved