Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video Sedekah Bumi Desa Lahar Pati Tanpa Keramaian

Perangkat Desa Lahar Kabupaten Pati tetap menggelar ritual sedekah bumi tanpa menghahirdkan banyak orang.

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Berikut ini Video sedekah bumi desa lahar Pati tanpa keramaian

Demi melestarikan tradisi, perangkat Desa Lahar, Kecamatan Tlogowungu, tetap melaksanakan ritual sedekah bumi di tengah pandemi corona seperti saat ini.

Namun demikian, dengan penerapan protokol kesehatan, pelaksanaan sedekah bumi kali ini berbeda dari sebelum-sebelumnya.

Sedekah bumi di Desa Lahar dilaksanakan tiap Kamis Pahing bulan Apit (Dzulqo’dah).

Tradisi ini dimaksudkan sebagai bentuk rasa syukur pada Allah atas hasil bumi yang melimpah.

“Kami menggelar sedekah bumi dengan mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah. Sesuai surat edaran kami, segala bentuk keramaian ditiadakan. Masyarakat dari luar Lahar juga tidak diizinkan datang,” ujar Kepala Desa Lahar, Setiawan Budhiaji, usai pelaksanaan ritual adat, kamis (25/6/2020).

Menurut dia, selama ini warga dari berbagai desa turut hadir meramaikan sedekah bumi di Desa Lahar.

Selain itu, segala bentuk pementasan kesenian seperti gong cik, ketoprak, kirab, dan musik ditiadakan. Turnamen olahraga yang biasanya diadakan pun kali ini absen. Namun demikian, pertunjukan wayang tetap dilaksanakan. Sebab, pagelaran wayang merupakan syarat dari leluhur desa. Hanya saja, kali ini durasinya dibuat sesingkat mungkin, tidak lebih dari 10 menit.

“Kegiatan memang kami sederhanakan. Kami tidak ingin memancing kerumunan orang banyak seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelas Setiawan.

Meski tanpa keramaian, ritual adat dalam pelaksanaan sedekah bumi di Lahar tetap dijalankan oleh perangkat desa. Didampingi seorang dalang dan dua sinden, mereka mengelilingi rumah peninggalan Mbah Kopek, leluhur desa (danyang).

Rumah peninggalan danyang tersebut berada di tengah pasar desa setempat. Tempat tersebut dikenal dengan sebutan punden.

Setelah prosesi mengelilingi punden usai, ritual dilanjutkan dengan doa bersama dan bancakan (makan bersama). Dalam pembacaan doa, sesepuh desa bersyukur atas limpahan karunia dari Tuhan. Ia juga memohon agar masyarakat desa setempat diberi kedamaian dan kesejahteraan oleh Allah.

Usai pembacaan doa, sejumlah warga yang hadir diberi nasi berkat. Supaya warga tidak berebut dan saling berdempetan, aparatur desa membagikannya secara merata.

“Alhamdulillah seluruh prosesi berjalan baik. Semoga desa ini semakin tenteram dan rakyatnya bisa bekerja dengan lancar dan penuh berkah,” harap Setiawan. (Mazka Hauzan Naufal)

 TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved