Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Kasus Demam Berdarah Dengue di Kendal Meningkat, Terparah di 3 Kecamatan Ini

Terdapat 3 kecamatan yakni Kecamatan Kota Kendal, Kaliwungu, dan Boja sebagai penyumbang pasien DBD terbanyak.

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ist
Pengecekan jentik nyamuk. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Selain peningkatan jumlah kasus pasien positif covid-19, di Kabupaten Kendal tercatat mengalami peningkatan pasien Demam Berdarah Dengue (DBD).

Sepanjang 2020, sudah 130 kasus DBD terlaporkan.

Jumlah tersebut menyebar merata di tiap kecamatan yang ada, hanya saja terdapat 3 kecamatan yakni Kecamatan Kota Kendal, Kaliwungu, dan Boja sebagai penyumbang pasien DBD terbanyak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal, Muntoha, mengatakan di Kecamatan Kota Kendal tercatat 15 kasus, Kecamatan Boja dengan 15 kasus, dan 14 kasus berada di Kecamatan Kaliwungu.

Katanya, selain 3 kecamatan tersebut, persebaran kasus DBD di Kendal hampir merata di semua kecamatan.

Hal tersebut perlu mendapatkan perhatian khusus bagi masyarakat untuk meningkatkan upaya pencegahan dari penyakit DBD.

"Persebarannya merata, hampir di semua kecamatan ada, tertinggi ada di Kecamatan Boja, Kota Kendal dan Kaliwungu."

"Tetapi ada dua kecamatan yang nol kasus DBD yakni Plantungan dan Pageruyung," kata Muntoha, Minggu (28/6/2020).

Lebih lanjut, sejumlah data tersebut merupakan kumpulan data yang diberikan petugas puskesmas di 20 kecamatan yang ada.

Meski tren kasus naik, Muntoha bersyukur hingga kini tidak terdapat pasien yang meninggal karena DBD.

"Kalau covid-19 kan ada yang meninggal, kalau DBD alhamdulillah tidak ada."

"Kita coba maksimalkan pelayanan, dan kita interuksikan agar petugas medis tidak mengesampingkan pasien DBD," ujarnya.

Sebagai upaya pencegahan, pihak Dinkes sudah melakukan fogging sebanyak 130 kali di 65 tempat.

Selain itu, pihaknya berharap adanya kesadaran masyarakat agar melakukan pencegahan dengan memberantas jentik-jentik nyamuk.

Hal tersebut dinilai sangat efektif untuk membunuh nyamuk dan memotong perkembangbiakannya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved