Breaking News:

Berita BBM

Benarkah BBM Jenis Premium dan Pertalite Akan Dihapus?

Wacana penghapusan bahan bakar minyak (BBM) yang memiliki nilai oktan atau research octane number (RON) di bawah 91 seperti Premium dan Pertalite teru

tribunjateng/dok
Harga Premium Turun Jadi Rp 6.450 per Liter Berlaku Mulai 1 April 2016 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Wacana penghapusan bahan bakar minyak (BBM) yang memiliki nilai oktan atau research octane number (RON) di bawah 91 seperti Premium dan Pertalite terus menjadi perbincangan hangat.

Meski demikian, hal itu dinilai tidak akan berdampak signifikan bagi industri mobil.

Jongkie Sugiarto, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Indonesia (Gaikindo), mengatakan, spesifikasi mesin mobil yang digunakan di Indonesia seharusnya sudah mampu mengadopsi BBM RON 91.

“Kan mobil-mobil kami juga sudah Euro 2 dan bahkan sekarang Euro 4. Yang Euro 2 juga seharusnya memakai BBM dengan RON 92 ke atas,” katanya, kepada Kontan, Sabtu (27/6).

Sedikit informasi, standar emisi Euro merupakan standar yang digunakan negara Eropa untuk menjaga kualitas udara. Dalam hal ini, semakin tinggi standar Euro yang diterapkan, semakin kecil pula batas kandungan gas karbon dioksida, nitrogen oksida, karbon monoksida, serta partikel-partikel lain yang memiliki dampak negatif pada manusia dan lingkungan.

Pemerintah pun telah menyatakan komitmennya dalam mengurangi emisi kendaraan karbon di Indonesia. Pada Maret 2017, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menerbitkan regulasi baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru kategori M, N, dan O melalui Peraturan Menteri KLHK Nomor P.20/MENLHK/Setjen/KUM.1/3/2017. Tujuannya ialah untuk mendorong penggunaan BBM tipe Euro IV.

Dalam beleid itu disebutkan standar baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor berbahan bakar bensin tipe baru dan yang sedang diproduksi harus sudah disesuaikan untuk penggunaan bahan bakar dengan RON minimal 91.

Bagi kendaraan berbahan bakar bensin, ketentuan itu sudah harus dipenuhi selambat-lambatnya 1 tahun 6 bulan setelah beleid tersebut berlaku dan diundangkan.

Belakangan, rencana penghapusan BBM premium dan pertalite jadi topik hangat setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif kembali menyinggung rencana tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Kamis (25/6) lalu.

Meski demikian, sampai saat ini belum terang kapan rencana penghapusan ini akan direalisasi. Tidak hanya itu, usulan energi bahan bersih sebagai pengganti Premium dan Pertalite juga masih belum diketahui.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved