Wabah Virus Corona

Jokowi Minta Gugus Tugas Prioritaskan Semarang dan 56 Daerah Zona Merah Lainnya, Ini Daftarnya 

Status zona merah menandakan penularan virus corona di suatu daerah masih beresiko tinggi

(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Petugas kesehatan membawa pasien COVID-19 keruangan zona merah di RS Pertamina Jaya, Jakarta Timur, Selasa (5/5/2020). RS Pertamina Jaya dikhususkan untuk menangani pasien virus corona dengan gejala berat dan dilengkapi dengan Command Center dimana 65 Rumah Sakit BUMN di seluruh Indonesia terkoneksi. Sedangan Hotel Patra Comfort sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19 disiagakan untuk menampung pasien corona. 

Jokowi Minta Gugus Tugas Prioritaskan Semarang dan 56 Daerah Zona Merah Lainnya, Ini Daftarnya 

TRIBUNJATENG.COM - Presiden Joko Widodo meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk memprioritaskan kabupaten/kota yang masih berstatus zona merah.

Status zona merah menandakan penularan virus corona di suatu daerah masih beresiko tinggi.

"Penekanan Pak Presiden ke depan, gugus tugas bersama dengan gugus tugas provinsi untuk memprioritaskan 57 kabupaten kota dengan tingkat risiko yang masih tinggi," kata Ketua Gugus Tugas Doni Monardo usai rapat dengan Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (29/6/2020).

Viral Video Pesepeda di Tegal Terobos Lampu Merah, Ini Klarifikasi Tegal Night Ride

Terekam CCTV, Perangkat Desa dan Bidan Selingkuh di Baturraden, Berakhir Warga Menggeruduk

Viral Balita Disebut Mirip Prabowo Subianto, Ternyata Bintang Iklan dan Main Sinetron, Ini Sosoknya

Promo Superindo Hari Kerja 29 Juni-2 Juli 2020, Diskon hingga 40 Persen, Shampo hingga Minyak Goreng

Menurut Doni, jumlah wilayah zona merah COVID-19 sudah menurun drastis dalam sebulan terakhir.

Pada 1 Juni lalu, masih terdapat 108 kabupaten/kota yang merupakan zona merah.

Oleh karena itu, pemerintah akan terus fokus menurunkan jumlah wilayah zona merah ini.

Menurut Doni, pemerintah akan mengerahkan lebih banyak personel TNI dan Polri ke 57 kabupaten/kota tersebut untuk memitigasi terjadinya penularan lebih luas.

Gugus tugas di tingkat daerah juga akan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, budayawan, dan juga antropolog untuk mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai bahaya COVID-19 dan pentingnya mematuhi protokol kesehatan.

Para tokoh agama dan praktisi tersebut diharapkan mampu menemukan solusi yang tepat agar masyarakat di daerah bisa memahami bahaya virus corona dan bis mencegah penularan.

Halaman
1234
Editor: muslimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved