Berita Semarang

Jumlah Kehamilan di Semarang Naik 15 Persen Selama Pandemi Corona

Pemkab Semarang memperkirakan angka kehamilan di Kabupaten Semarang naik mencapai 15 persen selama masa pandemi corona.

Penulis: akbar hari mukti | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Akbar Hari Mukti
Pelayanan alat kontrasepsi di Puskesmas Bringin, Kabupaten Semarang, Senin (29/6/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Pemkab Semarang memperkirakan angka kehamilan di Kabupaten Semarang naik mencapai 15 persen selama masa pandemi corona.

Sebab selama tiga bulan terakhir, layanan KB di Kabupaten Semarang sempat terhenti.

Termasuk akseptor yang tak mendapatkan layanan.

Kasus Bendera PDIP Dibakar, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli Dulu

38 Anak Buah John Kei Ditahan, 4 Serahkan Diri Karena Takut Diserang Kelompok Nus Kei

Risma Sujud di Depan Dokter hingga 2 Kali Sambil Menangis: Kami Gak Terima Disalahkan

Meski Dilarang, Rhoma Irama Tetap Nyanyi di Acara Khitanan: Saya Menyumbang Lagu

Bupati Semarang, Mundjirin, menuturkan, saat ini target Pemkab Semarang tahun ini yakni 23 ribu akseptor terlayani di Kabupaten Semarang.

"Saat ini karena corona jadi sempat 3 bulan terhenti. Target tersebut baru 30 persen terpenuhi hingga semester pertama di tahun 2020," kata Mundjirin di Puskesmas Bringin, Kabupaten Semarang, Senin (29/6/2020).

Untuk kenaikan 15 persen angka kehamilan di Kabupaten Semarang, ia menilai disebabkan karena beberapa layanan KB membutuhkan bantuan petugas untuk pemasangan.

"Misal susuk, spiral, suntik, harus dilakukan petugas," jelasnya.

Ia menjelaskan saat pandemi corona di Kabupaten Semarang mereda, petugas melakukan optimalisasi pelayanan KB di Kabupaten Semarang.

Di antaranya di puskesmas di Kabupaten Semarang, hingga pelayanan door to door dengan mobil keliling milik Pemkab Semarang.

"Kami menargetkan daerah-daerah di Kabupaten Semarang yang sulit dijangkau, petugas menggunakan mobil keliling itu untuk mengakses daerah tersebut," katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Semarang, Romlah, menambahkan, berkaca tahun 2019, angka kelahiran di Kabupaten Semarang mencapai 15 ribu.

"Kami menargetkan di semester dua nantinya target 23 ribu akseptor terlayani di Kabupaten Semarang bisa terpenuhi," jelasnya.

Sementara, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Semarang, Bintang Narsasi, menjelaskan pihaknya segera mengupayakan sosialisasi penggalakan KB di Kabupaten Semarang.

Di antaranya lewat sosialisasi di posyandu, hingga kunjungan dari rumah ke rumah.

"Kami cek terus, sifatnya setelah pandemi usai kami intensifkan kembali sosialisasi tersebut," jelas dia. (Ahm)

Diduga Berselingkuh dengan Bidan, Perangkat Desa di Banyumas Digeruduk Warga

Napi Asimilasi Kasus Pencabulan Ditangkap Lagi, Kali Ini Berusaha Cabuli Bocah Lelaki

Dalam 9 Hari Ditangkap 67 Tersangka Kasus Judi, Ditreskrimum Polda Jateng: Ini Gebrakan Saya

Diduga Berselingkuh dengan Bidan, Perangkat Desa di Banyumas Digeruduk Warga

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved