Berita Pati

BUMDes Bersama Pati Gelar RUPS Perdana, Target 2021 Bisa Bagi Dividen

Ia menargetkan, pada 2021 perusahaan sudah bisa memperoleh laba dan membagikan dividen pada para pemilik saham

Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal
PT Maju Berdikari Sejahtera Pati (PT MBSP) bersama anak perusahannya, yakni PT Mitra Desa Pati (PT MDP) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan, Senin (29/6/2020). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Pragolo Sekretariat Daerah Kabupaten Pati. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - PT Maju Berdikari Sejahtera Pati (PT MBSP) bersama anak perusahannya, yakni PT Mitra Desa Pati (PT MDP) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan, Senin (29/6/2020). RUPS perdana ini dilaksanakan di Ruang Pragolo Sekretariat Daerah Kabupaten Pati.

Untuk diketahui, PT MBSP merupakan perusahaan yang sahamnya dimiliki 159 desa di Kabupaten Pati. Sehingga, perusahaan ini merupakan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA).

PT MBSP memiliki lini usaha utama klinik kesehatan pratama yang mengusung nama Klinik Pratama BUMDes Sehat. Hingga kini, telah ada lima klinik yang mereka dirikan. Selain itu, PT MBSP juga memilki lini usaha co-working space. Tak hanya itu, melalui anak usahanya, yakni PT MDP, yang didirikan dengan bekerja sama dengan PT Mitra BUMDes Nusantara (PT MBN), PT MBSP juga memiliki lini usaha di bidang infrastruktur dan pertanian.

Direktur Utama PT MBSP Reza Adiswasono menuturkan, perusahaan yang ia pimpin telah membangun lima klinik pratama. Seluruhnya telah terkoneksi dengan BPJS. Klinik tersebut berada di Kecamatan Trangkil, Pati, Tlogowungu, Wedarijaksa, dan Margoyoso.

Hingga akhir 2019, sudah ada sekira 1.900 pasien BPJS terdaftar. Adapun hingga Mei 2020 lalu tercatat sudah 4.000 lebih pasien BPJS terdaftar di Klinik BUMDes sehat. Artinya, sudah ada tren kenaikan kurva kapitasi.

“Untuk BEP, minimal ada 8 ribu sampai 10 ribu pasien. Target tahun ini bisa tercapai. Memang sejak ada pandemi corona ini, sampai Juni ini, kami belum bisa lakukan sosialisasi masif. Namun, mudah-mudahan Juli-Agustus nanti kami bisa tingkatkan lagi, sehingga klinik kami bisa mencapai kapitasi sesuai target,” ungkap dia.

Untuk menutupi operasional klinik sebelum mencapai BEP, lanjut Reza, pihaknya memiliki dua program lain untuk dijalankan, yakni menjadi suplier bantuan provinsi dan usaha ubi jalar yang berkolaborasi dengan Yayasan BUMDes Jateng.

Mengenai performa anak usaha PT MBSP, yakni PT MDP, Reza menyebutkan, perusahaan yang bergerak di sektor infrastruktur dan pertanian itu sudah bisa meraih untung sejak tahun pertama ini.

“2019 sudah ada keuntungan sekitar Rp 60 juta, targetnya PT MDP di 2020 sudah ada profit di atas Rp 100 juta dan bisa sharing,” ungkap dia.

Terakhir, dalam lini usaha co-working space yang sekaligus digunakan sebagai kantor perusahaan, Reza mengatakan, tempat tersebut sudah mulai disewa oleh berbagai pihak. Usaha kafe yang ada di dalamnya pun berjalan cukup baik. Karena pada dasarnya merupakan kantor, pertumbuhan co-working space dilihat dari performa bisnis sudah cukup baik. Namun, semenjak ada pandemi, performa kafe dan persewaan tempat sedikit mengalami penurunan.

Halaman
12
Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved