Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

NGopi Pagi

Fokus : Kring Kring Gowes Gowes

Muncul kabar dari Kota Tegal terkait warga yang tengah gandrung sepeda di tengah pandemi corona. Kabar itu viral dan kini mendapat respon dari berbaga

Penulis: muslimah | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/bram
Muslimah wartawan tribunjateng.com 

Oleh Muslimah

Wartawan Tribun Jateng

Muncul kabar dari Kota Tegal terkait warga yang tengah gandrung sepeda di tengah pandemi corona. Kabar itu viral dan kini mendapat respon dari berbagai pihak mulai komunitas sepeda, kepolisian hingga wakil bupati.

Dalam sebuah unggahan video di instagram, tampak rombongan pesepeda menerobos lampu lalu lintas yang tengah menyala merah di Pertigaan Gili Tugel, Sabtu (27/6/2020) malam.

Mereka membunyikan bel sepeda serta bersorak, seorang pesepeda bahkan membuat isyarat stop menggunakan tangan kepada kendaraan bermotor.

Akibatnya pengendara mobil dan sepeda motor yang hendak menyeberang terhenti di tengah jalan hingga lampu lalu lintas kembali hijau. Selain melanggar aturan lalu lintas, dalam keterangan video menyebutkan banyak pesepeda yang tidak mengenakan masker.

Sedikit ditarik kebelakang, 8 Juni lalu juga viral unggahan tentang keluhan terhadap pesepeda yang memenuhi jalan di grup facebook Info Cegatan Solo. Pengunggah mengeluhkan perilaku para pengguna sepeda yang dirasa arogan karena tidak mau diingatkan untuk tertib.

Di Semarang, muncul video viral goweser Brompton yang membawa sepedanya masuk ke dalam kafe. Rekaman CCTV berdurasi 44 detik itu memperlihatkan para goweser membawa masuk sepeda mereka.

Mereka tampak santai menuntun sepeda dan melewati sejumlah customer yang sedang makan. Bahkan salah satu goweser terlihat menaiki sepedanya tanpa memperdulikan pelanggan yang ada. Seorang goweser juga sempat menyenggol barang yang ada di meja hingga terdengar suara jatuh. Padahal di luar sudah disediakan fasilitas parkir lengkap dengan penjaganya dan CCTV.

Warga mulai gandrung sepeda saat pandemi corona karena penyebaran penyakit membuat mereka seolah disadarkan akan pentingnya hidup sehat dan menjaga imunitas tubuh. Untuk menerapkan gaya hidup sehat, bersepeda dijadikan sebagai pilihan.

Maka, sepanjang bulan Juni ini sebagai misal, permintaan sepeda naik drastis hampir di semua wilayah di Indonesia. Harga sepeda meroket hingga sepeda bekas juga banyak yang memburu. Produsen sepeda Kreuz yang membuat Brompton made in Bandung bahkan melaporkan inden pemesanan sampai Februari 2021!

Bukti lain bahwa sepeda tengah menjadi tren terpampang nyata terutama tiap akhir pekan. Jalanan dimeriahkan oleh para pesepeda. Biasanya mereka berombongan entah itu bersama komunitas sepeda, teman sekantor, teman kuliah, atau satu keluarga. Saat hari kerja, meski jumlahnya tak sebanyak akhir pekan, pesepeda yang memilih berangkat ke kantor dengan cara menggowes juga meningkat.

Apakah mereka mengikuti tren bersepeda karena benar-benar suka gowes dan berangkat dari kesadaran untuk hidup sehat atau sekedar latah? Hal itu tentu belum bisa dijawab sekarang. Nanti saat wabah corona menghilang, baru itu akan terlihat.

Apapun, bersepeda menyangkut kenyamanan dan keselamatan berkendara masyarakat umum. Karena itulah pemerintah perlu mengatur. Pertama tentu soal tentu saja soal bagaimana bersepeda di tengah pandemi seperti menjaga jarak dan bermasker. Yang kedua menanggapi keluhan masyarakat soal pesepeda yang nggowes berombongan hingga memenuhi jalan, yang tidak mengikuti rambu lalu lintas dan sebagainya.

Akan lebih baik jika pemerintah mulai memikirkan membuat jalur khusus sepeda. Karena jika sarana prasarana yang mendukung sudah tersedia, hal itu akan makin mendorong masyarakat untuk memanfaatkan alat tranportasi ini bukan hanya sekedar berolahraga di akhir pekan, melainkan juga untuk berbagai keperluan termasuk berangkat kerja. Dampak utamanya akan menurunkan polusi kendaraan bermotor.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved