Berita Regional

Inilah Sosok Polisi Ganteng AKP Priyo Suhartono, Tolak Laporan Anak Akan Penjarakan Ibu Kandung

Kisah seorang polisi menolak laporan seorang anak yang ingin memenjarakan ibunya viral di media sosial.

ISTIMEWA/Skrinsut
AKP Priyo Suhartono 

Terkait laporan anaknya ke polisi itu, Kalsum menceritakan jika sepeda motor yang dipermasalahkan tersebut ia beli dari harta warisan suaminya.

Saat itu, M menjual tanah warisan ayah atau suaminya tersebut senilai Rp 200 juta.

Dari penjualan itu, ia mengaku hanya diberi bagian Rp 15 juta.

Uang tersebut kemudian ia belikan sepeda motor.

Hanya saja karena saudaranya ada yang pinjam, sepeda motor tersebut sementara ditinggal ke rumah saudaranya itu.

Namun tak menyangka, hanya gara-gara dipinjam saudara itu justru anaknya emosi dan menudingnya melakukan penggelapan sepeda motor.

Beruntung laporan anaknya itu ditolak oleh polisi.

Karena ia menganggap tudingan anaknya itu tidak benar.

"Motor itu saya beli dari bagian uang warisan 15 juta, sebenarnya ada Rp 200 juta hasil penjualan, tapi M membawa uang warisan tersebut entah ke mana," kata Kalsum menambahkan.

Sementara itu, M saat dikonfirmasi justru menampik pernyataan ibu kandungnya tersebut.

Ia mengaku tak pernah berbuat kasar apalagi memukul ibunya.

"Ibu itu hanya ingin menjelek-jelekan saya, dia bilang diancam, dipukul, merasa dia aja yang paling benar.

Ibu macam apa itu kalau begitu caranya," kata M saat dikonfirmasi via telepon.

Sedangkan terkait dengan kasus sepeda motor itu, ia keberatan karena dibawa ke rumah saudaranya.

Menurutnya, sepeda motor tersebut dibeli dari harta warisan.

Sehingga ia juga merasa punya hak dengan kendaraan tersebut.

"Motor itu dia bawa ke rumah saudaranya, padahal itu kita beli dari harta warisan.

Jadi saya juga punya hak terhadap motor itu, itu yang saya keberatan" kata M.

Ditolak Polisi

Seorang anak tega polisikan ibu kandungnya gara-gara uang warisan.

M (40), warga Lombok Tengah, melaporkan ibu kandungnya K (60), ke Mapolres Lombok Tengah, gara-gara soal uang warisan senilai Rp 15 juta.

M menduga ibunya telah melakukan penggelapan uang warisan sang ayah sebesar Rp 15 juta.

Uang tersebut, menurut polisi, telah digunakan K untuk membeli sepeda motor.

"Si anak (pelapor) menjual tanah bapaknya Rp 200 juta, ibu nya dikasih Rp 15 juta, kemudian belilah motor ibunya.

Kemudian motor itu dia pakai sama saudaranya, si anak keberatan," kata Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono.

Namun, kasus tersebut tidak ditindak lanjuti aparat kepolisian.

Priyo meminta M untuk menyelesaikan permasalahan itu secara kekeluargaan.

"Iyaa, saya enggak mau nerima, saya menyarankan untuk dirundingkan keluarga," kata Priyo melalui pesan singkat.

Saat berbincang dengan M, Priyo mengaku memberi nasihat agar menghormati sosok seorang ibu.

"Mohon maaf, Bos, kalau Anda mengejar motor itu sampai anda berselisih karena motor itu, harga diri anda sebatas motor itu," ucap Priyo. 

Perbincangan Priyo dengan M tersebut sempat menjadi viral di di Facebook dan YouTube.(*)

Pecahkan Kepala Saya Dulu Baru Saya Sehat, Kata Pije Pembakar Mobil Alphard Putih Via Vallen

Demi Lolos dari Kepungan Polisi, Pembunuh Ini Lepaskan 12 Anjing Peliharaannya, Berakhir Begini

Perempuan Pati Tipu Puluhan Orang Modus Arisan Online, Kerugian Sekitar Rp 1 Miliar

Pelawak Andre Taulany Tembak Azis Gagap Hingga Berdarah, Berawal dari Gimmick

Editor: galih permadi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved