Berita Nasional

Sepeda Bakal Kembali Dikenakan Pajak, Kemenhub Sedang Bahas dengan Korlantas Polri

Pemerintah membuka wacana pembelakukan pungutan pajak sepeda. Kemenhub tengah membahas bersmaa Korlantas Polri

via kompas.com
ilustrasi bersepeda 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pemerintah membuka wacana pembelakukan pungutan pajak sepeda.

Wacana itu disampaikan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi dalam diskusi virtual akhir pekan lalu di Jakarta.

“Kalau waktu saya kecil, saya mengalami sepeda disuruh bayar pajak dan sebagainya. Mungkin bisa ke sana. Tapi ini sejalan revisi UU 22/2009, sudah diskusi dengan Korlantas Polri,” kata Budi Setiyadi dalam diskusi virtual di Jakarta, Jumat (26/6/2020).

Daftar Harga iPhone Terbaru di AKhir Juni 2020 Lengkap, Ada iPhone Seri Perdana 2007

Daftar Harga HP Xiaomi Terbaru 30 Juni 2020, Ada yang Turun Harga

Kronologi Mobil Alphard Via Vallen Dibakar di Sidoarjo, Tersangka Sudah Diamankan

Ditanya Apakah Pernah Jadi Pacar Simpanan, Ayu Ting Ting Ungkap Fakta, Nikita Mirzani: Aku Tahu Sih

Dia juga menilai penggunaan sepeda perlu diatur mengingat kegiatan bersepeda semakin marak akibat pandemi Covid-19.

“Saya terus terang, sepeda harus diatur. Apakah dengan peraturan menteri atau peraturan pemda, bupati atau gubernur,” kata Dirjen Budi Setiyadi.

Budi menjelaskan, dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, sepeda termasuk dalam kategori kendaraan tidak digerakkan oleh mesin.

Karena masuk dalam kelompok bukan kendaraan bermotor, lanjut dia, pengaturannya berada di pemerintah daerah.

“Kami akan mendorong aturan ini di daerah, minimal dengan mulai menyiapkan infrastruktur jalan, DKI, Solo, Bandung, sudah menyiapkan juga, tinggal sekarang gimana aturannya,” kata Budi Setiyadi.

Selain itu, menurut dia, pengelompokan angkutan harus direvisi dalam UU Nomor 22/2009 karena semakin beragamnya jenis angkutan, termasuk angkutan listrik, seperti sepeda listrik, skuter, hoverboard, dan lainnya.

Budi mengaku pihaknya juga sudah melakukan kajian di negara-negara yang kecenderungan penggunaan sepeda meningkat guna menghindari kontak fisik di kereta atau angkutan massal lainnya akibat pandemi COVID-19, salah satunya Jepang.

Namun, dia menjelaskan terdapat perbedaan tujuan penggunaan moda ramah lingkungan tersebut. Di Jepang terutama Tokyo, masyarakat menggunakan sepeda sebagai alat transportasi dari rumah ke kantor atau tempat perbelanjaan.

“Di Indonesia sekarang ini sepeda lebih untuk kegiatan olahraga dan jalan ramai-ramai, kemudian foto-foto. Sebenarnya, diharapkan sepeda ini dimanfaatkan untuk kegiatan sehari-hari,” katanya.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Sepeda Pancal Bakal Kena Pajak, Kemenhub: Sudah Ada Diskusi dengan Korlantas Polri

Beli iPhone 11 di Online Shop, Iga Kaget saat Paketan Datang, Padahal Sudah Kirim Uang. . .

Jangan Keliru hingga Mesin Rusak, Ini Aturan yang Benar Soal Interval Pergantian Oli Kendaraan

Kasus Positif Covid-19 di China Melonjak, 400.000 Warga Kota Anxin Dikarantina

Editor: m nur huda
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved