Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Universitas Nasional Karangturi

Strategi Ojol Berjuang dI Tengah Pandemi Covid 19

Dalam menyambut New Normal, Grab dan Gojek menetapkan protokol kesehatan yang harus ditaati penumpang ataupun mitra

Editor: abduh imanulhaq
ist
Paulina Yuniar, Mahasiswa Prodi Akuntansi 2018 

Oleh: Paulina Yuniar

Mahasiswa Prodi Akuntansi 2018 Universitas Nasional Karangturi

RATUSAN ribu mitra ojek online dari Grab dan Gojek mengalami penurunan pendapatan seiring dengan berkurangnya mobilitas para pelanggan selama masa pandemi Covid-19.  Mereka mengakui pandemi Covid-19 ini membuat pendapatan mereka menurun.

Terutama sejak pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta dan beberapa kota besar lain, yang berdampak terhadap proses belajar-mengajar mulai dari tingkat dasar sampai pendidikan tinggi yang dilakukan dari rumah, dan melakukan pekerjaan dari rumah (work from home). Tentu saja berdampak terhadap income para mitra pengemudi ini.

Chief of Public Policy and Goverment Relations Gojek menyampaikan bahwa meski jumlah penumpang menurun tapi untuk layanan gofood dan gosend masih stabil bahkan cenderung meningkat. Ada layanan khusus yang saat ini mengalami lonjakan yang cukup tinggi yaitu Halodoc dan Go-med, karena banyak masyarakat yang mencari informasi mengenai covid19 dan melakukan pembelian obat secara online.

Sama halnya yang disampaikan oleh Head of Public Affair Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno, untuk layanan transportasi grafiknya menurun drastis tetapi Good Doctor milik Grab malah trafiknya meningkat tinggi..

Karena aturan PSBB dan adanya larangan untuk berkerumun, maka Gojek juga memiliki layanan baru Go-Mart dan Grab dengan layanan Grab Mart. Kedua layanan ini dapat memudahkan pelanggan membeli barang kebutuhan sehari-hari tanpa harus keluar rumah.

Untuk bertahan di tengah pandemi, Gojek dan Grab melakukan beberapa langkah inisiatif, seperti mendonasikan gaji manajemen senior sebesar 20 - 25% untuk diberikan kepada mitra yang terkena covid19. Gojek menggandeng pengusaha minuman kesehatan dan para aktivis dengan mendistribusikan alat perlindungan diri seperti masker, hand sanitizer, vitamin dan paket sembako bagi mitra pengemudi.

Gojek dan Grab menyediakan jaminan asuransi kesehatan dan layanan pengecekan kesehatan mitra pengemudi di beberapa titik di kota besar. Mereka juga membagikan voucher diskon atau potongan tarif ongkos kirim pembelian makanan via merchant.

Langkah yang diambil karena keadaan force majeur akibat pandemi Covid-19 ini diharapkan mampu mendapat respons dari masyarakat dengan meningkatkan daya beli masyarakat. Tujuan utamanya adalah agar para mitra dan merchant yang tergabung pada platform tersebut mampu bertahan dan berjuang bersama di tengah pandemi Covid-19.

Dalam menyambut New Normal, Grab dan Gojek menetapkan protokol kesehatan yang harus ditaati penumpang ataupun mitra, yaitu dengan membawa helm pribadi (SNI), membawa hand sanitizer, wajib memakai masker dan melakukan pembayaran non-tunai. Ada sanksi khusus yang diberikan apabila protokol tersebut tidak dilakukan.

Kampanye mencuci tangan dengan sabun, memakai masker jika bepergian, tetap menghindari keramaian harus dipatuhi selama New Normal karena belum ada kepastian pandemi ini akan berakhir. (*)

Informasi lebih lanjut : Jl. Raden Patah No. 182-192 Telp. 024-3545882, 08112710322

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved