Kamis, 28 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kunjungan Jokowi

BERITA LENGKAP: Jokowi Bicara Ekonomi Minus Dampak Covid-19

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bicara terkait dampak pandemi virus corona Covid-19, saat berkunjung ke Jawa Tengah, Selasa (30/6).

Tayang:
Istimewa
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memberikan paparan tentang Covid-19 di Jateng di samping Presiden Jokowidi posko penanganan dan penanggulangan Covid-19 Provinsi Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020). 

Intervensi berbasis lokal diklaim merupakan strategi paling efektif dalam menangani persoalan Covid-19."Menurut saya, posisi sekarang ini strategi intervensi berbasis lokal itu yang paling efektif diterapkan," kata Jokowi.

Apa itu strategi intervensi berbasis lokal?Presiden menjelaskan strategi itu menerapkan karantina di tingkat yang paling kecil dalam tatanan masyarakat. Yakni dari ruang lingkup RT, RW, kampung, atau desa.

"Ini lebih efektif ketimbang menerapkan karantina tingkat kabupaten/kota," jelasnya.

Skema ini bisa juga disebut dengan penanggulangan Covid-19 dengan pendekatan kearifan lokal.Strategi itu diharapkan bisa dipakai secara bersama-sama oleh kepala daerah yang ada di provinsi ini.

Dengan begitu, kata dia, diharapkan ada penurunan angka R0 dan Rt. R0 merupakan angka reproduksi atau potensi penularan dari penyakit Covid-19.
Sedangkan Rt atau R effective adalah angka reproduksi yang terjadi setelah adanya intervensi yang dilakukan pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga berterima kasih atas kerja keras seluruh kepala daerah di Jawa Tengah dalam penanganan Covid-19.

Mantan Wali Kota Solo itu juga berharap pada awal Juli seluruh jajaran pemerintah daerah di Jateng bisa bekerja keras. Sehingga, bisa benar-benar terbebas dari pandemi di provinsi ini. Serta ekonomi bisa merangkak tumbuh.(mam)Pakai Data Science sebelum Terapkan New Normal

Selain bicara soal ekonomi, Presiden Jokowi juga meminta seluruh kepala daerah di Jateng agar hati-hati sebelum menerapkan tatanan hidup baru atau new normal.

"Saya titip jangan sampai membuka (new normal) tidak melalui tahapan dengan benar," katanya.

Jangan sampai, kata dia, dilonggarkannya aturan dan melaksanakan new normal malah justru terjadi gelombang kedua atau second wave kasus penularan corona.

Ia menegaskan, setiap kebijakan yang diambil harus beerlandaskan data science dan mengikuti saran dari para ahli agar tepat sasaran.

Data science yang dimaksud yakni terkait jumlah persebaran kasus di satu daerah yang berdampak pada pemutusan rantai Covid-19. Data science memiliki peran penting dalam memprediksi penyebaran wabah Covid-19. Dari data ini bisa mengetahui apakah dengan diterapkannya new normal dapat memutus rantai penyebaran Covid-19 dan memulihkan ekonomi negara berdasarkan data yang ada.

"New normal jangan dipaksa. Ada tiga tahapan dalam pelaksanaan tatanan new normal. Tiga hapan itu ialah prakondisi, timing, dan prioritas pembukaan sektor," jelasnya.

Setelah new normal diterapkan, Jokowi meminta para kepala daerah untuk rutin memonitor dan mengevaluasinya setiap pekan jika kasus kembali meningkat, ia meminta tempat-tempat umum kembali ditutup.

"Setiap minggu dievaluasi. Kalau naik, tutup lagi. Harus berani putuskan itu," tandasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved