Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Viral Video Jokowi Marahi Menteri, Fadli Zon: Alasan Justifikasi Melakukan Reshuffle

Kemarahan Presiden Jokowi terhadap para menteri disampaikan saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, menarik perhatian Fadli Zon.

Editor: m nur huda
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/2/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap para menteri yang disampaikan saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Kamis (18/6/2020) menarik perhatian Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon.

Dilansir dari Tribunnews.com, Fadli Zon menyebut, kemarahan itu bukanlah kemarahan kali pertama dari Jokowi di muka publik.

Namun, lanjutnya, kemarahan tersebut merupakan kemarahan yang lebih sistematis dalam menanggapi sebuah kerja kabinet.

Harga HP Xiaomi Hari Ini 1 Juli 2020: Redmi Note 8 Turun Harga, Ada Bocoran Redmi 9A dan 9C

Daftar Harga HP Xiaomi Terbaru 30 Juni 2020, Ada yang Turun Harga

Mahasiswa dan Dosen Uniba Solo Gelar Demo, Rektor Lepas Baju dan Nyatakan Mundur

Update Corona di Surabaya & Jatim 1 Juli 2020 Serta Peta Sebarannya, 2.425 Pasien Sembuh

Hal itu disampaikan Fadli Zon dalam tayangan yang diunggah di kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Rabu (1/7/2020).

"Saat saya melihat video itu, persoalannya itu kinerja menteri yang harus dievaluasi atau kinerja presiden?" terang Fadli Zon.

Menurut dia, jelas sekali Jokowi berkali-kali mengatakan tidak ada visi misi menteri, yang ada adalah visi dan misi presiden.

Artinya, di sini presiden adalah penguasa tunggal.

Fadli Zon lantas mengumpamakan pemerintah seperti layaknya pagelaran orkestra, di mana Presiden Jokowi bertindak sebagai dirigen atau konduktor.

"Orkestra yang didalamnya itu ada para menteri diberbagai bidang, menteri-menteri tentu mempunyai keterbatasan karena dibatasi oleh bidangnya masing-masing."

"Kemudian orkestra itu misalnya bunyi-bunyiannya tidak berjalan, tidak menjadi sebuah symphony satu harmoni yang enak didengar, nah kalau itu terjadi siapa yang salah?" ungkapnya.

Fadli Zon lantas mempertanyakan siapakah yang bersalah dalam hal ini, Presiden Jokowi ataukah para menteri.

Menurut dia, hal itu menjadi pertanyaan yang sangat mendasar.

"Untuk melihat, apakah yang dilakukan oleh Pak Jokowi ini sebuah kemarahan yang serius atau marah bohongan?" jelasnya.

Fadli Zon mengatakan, jika marahnya Jokowi dalam arti sangat serius, harusnya tidak perlu diumbar ke publik.

Sebab, menurut dia hal itu justru mempertontonkan kelemahan para pembantunya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved