Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Erick Thohir Ubah Logo BUMN: Saya Tidak Mau Ini Hanya Jadi Pencitraan

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menginginkan perubahan tampilan logo tersebut tak hanya jadi ajang pencitraan.

Istimewa
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Erick Thohir melakukan perubahan logo di kementerian yang dipimpinnya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menginginkan perubahan tampilan logo tersebut tak hanya jadi ajang pencitraan.

Erick Thohir berharap logo baru tersebut bisa menjadi penanda BUMN menuju era transformasi.

Saya kan Agak-Agak Goblok Jadi Kapolri, Seloroh Jenderal Idham Azis

Kronologi Nikita Mirzani Dikabarkan Ribut dengan Youtuber Diduga Baim Wong, Dipicu Soal Karyawan

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Hendro Tewas Kecelakaan Tabrak Mobil Warga Purworejo Saat Menyalip

Harga HP Xiaomi Hari Ini 1 Juli 2020: Redmi Note 8 Turun Harga, Ada Bocoran Redmi 9A dan 9C

Logo baru Kementerian BUMN(Dokumentasi Kementerian BUMN)
Logo baru Kementerian BUMN(Dokumentasi Kementerian BUMN) (Kompas.com/Istimewa)

“Jadi saya tidak mau perubahan logo ini hanya jadi pencitraan.

Tetapi ada maknanya.

Dengan adanya logo ini, kita berharap transformasi yang kita sepakati bersama harus terus dijalankan dengan baik-baik,” ujar Erick, Rabu (1/7/2020).

Mantan bos Inter Milan itu menjelaskan, logo baru BUMN lebih modern dibanding sebelumnya.

Dia ingin menunjukkan semangat baru dan karakter di kementerian yang dipimpinnya.

“Tentu yang tidak kalah penting kalau kita lihat gaya visualnya agak modern.

Bukan kita mau memudakan gaya kita.

Tapi realita 62 persen penduduk Indonesia (generasi) muda,” kata Erick.

Erick pun mengaku tak segan memberi kesempatan kepada generasi muda Indonesia yang ingin berkontribusi di BUMN.

Atas dasar itu, dia minta kepada para bos perusahaan pelat merah untuk membimbing direksinya yang berasal dari kalangan milenial.

“Mohon maaf kita sebagai pemimpin ada waktunya dan ada umurnya.

Justru karena kita pemimpin harus beri kesempatan yang muda-muda untuk jadi generasi penerus,” ucap dia. (*)

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved