Berita Magelang
Terminal Tidar Magelang Diambilalih Pemerintah Pusat, Dikembangkan Akan Tambah Mall dan Hotel
Terminal Tipe A Tidar Magelang akan dikembangkan lebih bagus lagi ke depan setelah pengelolaannya kini telah dialihkan dari Pemerintah Kota Magelang
TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Pemerintah pusat ambil alih terminal Tidar Magelang.
Terminal Tipe A Tidar Magelang akan dikembangkan lebih bagus lagi ke depan setelah pengelolaannya kini telah dialihkan dari Pemerintah Kota Magelang ke Pemerintah Pusat.
Hotel dan mall diwacanakan akan dibangun di sana, juga memberikan pintu masuk untuk UMKM, sehingga dapat membawa manfaat kepada masyarakat.
• Tokoh Tukang Ojek Pengkolan Tisna dan Yuli Disetop! Ini Penjelasan Aris Nugraha Sutradara TOP
• Ibu Rumah Tangga di Solo Positif Corona, Riwayat Pergi ke Yogyakarta Naik Mobil Cuma Mampir Makan
• Suami Istri Kena OTT KPK, Satu Bupati, Satunya Ketua DPRD, Ini Daftar Harta Kekayaan Mereka
• Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, 1 Keluarga Tewas Kecelakaan Tabrak Mobil, NMax dan Uang Terbakar
Serah terima sendiri dilaksanakan, Jumat (3/7/2020) ini antara Ditjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan yang diwakili oleh Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi dan Pemkot Magelang oleh Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Magelang.
Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, mengatakan, Terminal Tipe A Tidar Magelang akan dikembangkan lebih bagus ke depan, seperti terminal-terminal di daerah lainnya yang telah dibangun lagi secara modern.
Ia melihat potensi yang bagus dimana akan dibangun mall, hotel dan lainnya.
"Magelang ini saya melihat potensinya, ada dua skema. Kalau dalam waktu dekat bisa mengundang investor swasta, melalui Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Kemungkinan pengembangan kalau lihat potensinya, mall memungkinkan di sini.
Kemudian hotel. Hotel yang budget dan grup memungkinkan dan tempat aktivitas anak-anak muda," ujar Budi, Jumat (3/7/2020) di sela serah terima di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Magelang.
Anggaran untuk pengembangan akan menyesuaikan potensi yang akan dibangun lebih dulu.
Jika hotel dan mall yang akan dibangun, kurang lebih sekitar Rp 500 Miliar.
Sementara sentra batik seperti di Terminal Pekalongan kurang lebih Rp 60 Miliar.
Skemanya dengan mengundang investor swasta melalui Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau APBN.
"Kalau dengan skema KPBU saya akan carikan investor dulu.
Kalau APBN saya jamin akan bangun.