Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jawa Tengah

Kunjungi Rembang, Teten Masduki Minta BMT BUS Kembangkan UMKM Pertanian dan Perikanan

Rembang sebagai wilayah pesisir memiliki potensi besar di bidang perikanan dan pertanian yang sangat potensial untuk dikembangkan oleh UMKM.

Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (paling kanan) dalam acara penyerahan simbolis restrukturisasi pembiayaan LPDB-KUMKM di Kantor BMT BUS, Lasem, Rembang, Sabtu (4/7/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, REMBANG - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) Bina Ummat Sejahtera (BUS) Lasem, Rembang, bisa memberdayakan UMKM di sektor perikanan dan pertanian.

Menurutnya, Rembang sebagai wilayah pesisir memiliki potensi besar di bidang perikanan dan pertanian yang sangat potensial untuk dikembangkan oleh UMKM.

“Terlebih, (sektor) perikanan dan pertanian itu 96 persen masih dikuasai UMKM,” ujar Teten ketika diwawancarai Tribunjateng.com di Rumah Batik Asri Anna Budaya, Lasem, Sabtu (4/7/2020).

Tokoh Tukang Ojek Pengkolan Tisna dan Yuli Disetop! Ini Penjelasan Aris Nugraha Sutradara TOP

Viral Cegat Perempuan Pemotor, Begal dan Motornya Nyungsep ke Sawah

Inilah Menteri yang Layak Kena Reshuffle di Kabinet Indonesia Maju Menurut Politikus PKB

Biodata Sandrinna Michelle, Pemeran Wulan di Sinetron Dari Jendela SMP

Sebelumnya, ia mengikuti acara penyerahan simbolis restrukturisasi pembiayaan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB-KUMKM) di Kantor BMT BUS.

Menurut Teten, jika UMKM masuk ke sektor unggulan seperti pertanian dan perikanan, pasti akan unggul.

Sebab bahan bakunya lengkap, tidak perlu impor.

Namun demikian, untuk meningkatkan potensi ekonomi yang ada, UMKM perlu mengerjakan usaha pengolahannya.

“Termasuk mengolah hasil pertanian.

Sehingga kesejahteraan petani bisa terbantu ketika misalnya mengolah bawang, ada value added-nya.

Adapun koperasi bisa jadi off-taker dari produk petani itu,” ucap dia.

Teten menyebut, di negara maju, seorang petani bisa memiliki tiga keanggotaan koperasi.

“Misalnya koperasi pertaniannya gabung, kemudian untuk pembiayaan dia jadi anggota koperasi simpan pinjam, dari hasil pertanian ada industri pengolahannya, dia ikut juga di koperasi pengolahan.

Jadi petani bisa dapat keuntungan maksimal,” ucap dia.

Ia menambahkan, BMT BUS sudah tergolong besar.

Kinerjanya pun terbukti baik dan sehat.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved