Breaking News:

Berita Viral

Viral Pelanggan Ojol Marah Dipanggil "Kak", Dimana Bagian yang Salah?

Unggahan asli dari warganet tersebut saat ini sudah dihapus, namun akun resmi Grab Indonesia sempat menanggapi twit itu

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Ilustrasi ojek online. Foto: Pengemudi ojek online menunggu penumpang di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarat Pusat, Rabu (11/3/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menaikan tarif ojek online untuk zona 2 atau wilayah Jabodetabek pada 16 Maret 2020. Kemenhub memutuskan untuk menaikan tarif batas bawah (TBB) ojol sebesar Rp 250 per kilometer (km) menjadi Rp 2.250 per km, dari sebelumnya Rp 2.000 per km. 

TRIBUNJATENG.COM - Panggilan " kak" kependekan dari panggilan "kakak", sempat menjadi salah satu trending topic di Twitter pada Minggu (5/7/2020) malam.

Penyebabnya adalah unggahan dari akun @tubbirfess yang menampilkan hasil tangkapan layar twit seorang warganet kepada akun resmi Grab Indonesia @GrabID.

Dalam tangkapan layar tersebut, terlihat seorang warganet yang juga pengguna jasa ojek online menyampaikan kemarahannya karena dipanggil oleh drivernya dengan sebutan "kak".

Unggahan tersebut kemudian mendapat tanggapan cukup ramai dari warganet. Mereka menyebut tidak ada alasan bagi customer tersebut untuk marah, karena panggilan "kak" adalah panggilan yang netral dan memiliki maksud untuk menghormati customer.

Polisi Lari Dikejar Bandar Judi Sabung Ayam: Anggota Nyaris Ditikam Pakai Pecahan Botol Kaca

47 Orang Meninggal Kecelakaan di Sragen, Ini Kata AKP Sugiyanto

Promo Superindo Hari Kerja 6-9 Juli 2020, Diskon Buah Segar hingga 60 Persen! Berikut Daftarnya

BREAKING NEWS: Kecelakaan Truk Tabrak Mobil dan Rumah di Jalan Widoharjo Semarang Pagi Ini

Ingin menghormati

Unggahan asli dari warganet tersebut saat ini sudah dihapus, namun akun resmi Grab Indonesia sempat menanggapi twit itu.

Menurut Dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Rose Mini, ada keinginan untuk menghormati orang lain ketika memanggil dengan panggilan tertentu.

Dalam kasus yang ramai di Twitter itu, Romy, begitu ia biasa disapa, menyebut panggilan 'kak' digunakan oleh driver kepada customer untuk menunjukkan penghormatan kepada customer yang tidak diketahui gender dan juga usianya.

"Daripada 'mas' atau 'mbak', kalau 'mas' sudah tertuju pada laki-laki, mbak tertuju pada perempuan," kata Romy saat dihubungi Kompas.com (5/7/2020).

Dia sendiri tidak melihat ada yang perlu dipermasalahkan dari panggilan 'kak' atau 'kakak'.

Halaman
123
Editor: muslimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved