Breaking News:

Berita Regional

Dodi Kuli Bangunan Dibunuh Anak Pemilik Rumah Tempat Bekerja Pakai Cangkul, Ini Alasan Pelaku

Nasib malang dialami oleh seorang kuli bangunan bernama Dodi Sumanto (40) pada Kamis (2/7/2020) sekitar pukul 12.30 WIB.

Editor: galih permadi
(KOMPAS.COM/DEWANTORO)
Seorang petugas mengangkat barang bukti cangkul yang digunakan AZ untuk menghabisi nyawa Dodi Sumanto yang sedang merenovasi rumahnya pada Kamis (2/7/2020). AZ mengaku membunuh Dodi karena sering diledek dan dihina. 

TRIBUNJATENG.COM, MEDAN – Nasib malang dialami oleh seorang kuli bangunan bernama Dodi Sumanto (40) pada Kamis (2/7/2020) sekitar pukul 12.30 WIB.

Dia menghembuskan nafas terakhirnya setelah kepala bagian belakangnya 2 kali dipukul dengan cangkul oleh anak pemilik rumah yang sedang direnovasinya di Jalan Sudomulyo, Gang Batik, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko menjelaskan, pelaku berinisial AZ.

Demi Biayai Suami Jadi Anggota DPRD, Ani Karyawati Bank Gelapkan Uang Nasabah Rp 7,7 Miliar

Mahasiswi Kedokteran Ini Dinyatakan Positif Corona Setelah Pulang dari Semarang

Kisah Kalistru Momode, Anak Timor Leste yang Diambil Tentara Indonesia pada Masa Perang

Viral Tukang Parkir di Subang Tiba-tiba Datang Minta Uang Padahal Motor Tidak Parkir

Dari pemeriksaan saksi-saksi, saat itu korban bersama rekannya, Sarfan, sedang merenovasi rumah Nurdiana.

“Tiba-tiba pelaku mengambil cangkul korban yang ada di adukan semen, karena kebetulan sedang mengaduk semen, kemudian pelaku mengayunkan cangkul ke arah belakang korban sebanyak 2 kali,” kata Riko saat konferensi pers di Mapolrestabes Medan pada Kamis (9/7/2020) sore.

Menurutnya, korban saat itu sempat berteriak sehingga mengejutkan Sarfan yang sedang merenovasi di dalam kamar di rumah tersebut.

Setelah Sarfan keluar, dia melihat temannya sudah tergeletak dan mengeluarkan banyak darah.

“Kemudian tiba-tiba pelaku mengayunkan cangkul ke arah Sarfan yang kemudian kembali masuk ke kamar dan mengunci pintunya sambil berteriak memanggil ibu Nurdiana,” katanya.

Saat kejadian, Nurdiana sedang berada di belakang rumah membersihkan parit dan langsung ke dalam rumah untuk melihat apa yang sedang terjadi.

Saat itu, Nurdiana melihat anaknya, AZ berdiri di samping jasad korban sambil memegang cangkul.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved