Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Tegal

PSBB Jadikan Tegal Nol Kasus Covid-19, Dedy Yon: Virus Corona Harus Dilawan Virus Psikologis

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dapat bernafas lega seusai menghadapi pandemi Covid-19.

Tribun Jateng/ Hermawan Handaka
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dapat bernafas lega seusai menghadapi pandemi Covid-19 dengan berbagai kebijakannya yang sempat kontroversi.

Meski harus tetap waspada, ia bersyukur dengan status Kota Tegal yang dinyatakan zona hijau.

Kini Dedy Yon yang juga dijuluki sebagai Mr.Lockdown itu, memilih fokus untuk memulihkan perekonomian di Kota Tegal.

Dedy Yon mengatakan, Kota Tegal menjadi daerah pertama di Jawa Tengah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Ia mengatakan, PSBB yang diterapkan di Kota Tegal pun berbeda dengan kabupaten atau kota lain.

Menurutnya, PSBB di Kota Tegal dilakukan dengan memadamkan listrik di ruas jalan umum dan tempat publik seperti taman dan alun-alun.

Selain itu ruas-ruas jalan pun ditutup dengan pembatas beton atau beton movable concrete barrier (MCB).

"Kebijakan pertama dimulai pada 30 Maret, yaitu Local Lockdown. Sebelum Pemerintah Pusat memutuskan PSBB, kita sudah melakukan Local Lockdown dan Isolasi Wilayah. Setengah bulan selanjutnya, Kemenkes RI beri izin PSBB," kata Dedy Yon dalam Tribun Forum di kantor Tribun Jateng, Semarang, Kamis (9/7/2020).

Dedy Yon menilai, pemadaman listrik dan pemblokiran jalan berhasil membuat pergerakan masyarakat terbatasi.

Ia mengatakan, masyarakat Kota Tegal jadi tidak berkeliaran di luar rumah.

Kemudian kebijakan itu pun menjadikan orang dari luar daerah malas untuk datang ke Kota Tegal.

Hal itu pun membuat malas orang-orang berkumpul di tempat umum karena listriknya padam.

Dedy Yon juga mengatakan, kebijakan tersebut mengurangi gesekan antara petugas gabungan Satpol PP, TNI dan Polri dengan masyarakat.

"Jadi saya berpikir bahwa penanganan virus corona ini harus kita lawan dengan virus psikologis. Sehingga masyarakat malas datang ke Kota Tegal dan malas untuk keluar rumah karena tiap jalan ada beton dan gelap," jelasnya.

Dedy Yon bersyukur, saat ini Kota Tegal telah dinyatakan zero dari pasien positif Covid-19, pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang dalam pemantauan (ODP).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved