Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Virus Corona Jateng

3 Dokter Semarang Telah Gugur Tangani Corona, IDI: Dokter Usia 55 Tahun Baiknya Cooling Down Dulu

Tiga dokter di Kota Semarang gugur dalam penanganan covid-19, dalam rentan waktu yang cukup singkat akhir-akhir ini.

Tayang:
Unsplash/Viktor Forgacs
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tiga dokter di Kota Semarang gugur dalam penanganan covid-19, dalam rentan waktu yang cukup singkat akhir-akhir ini.

Terbaru, dr Ahmadi Nur Huda, dokter yang menangani covid-19 di rumah sakit RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang meninggal pada Jumat (10/7/2020) dengan status positif corona.

Sebelumnya, kakak beradik yang berprofesi sebagai dokter yaitu dr Sang Aji Aneswara, dokter yang bekerja di Puskesmas Karangayar Tugu meninggal pada Senin (6/7/2020).

Biodata Dinda Hauw Istri Rey Mbayang, Pemain Film Surat Kecil Untuk Tuhan

Viral Nama Dita Leni Ravia Asal Gunungkidul Jogja, Ini Arti dan Maknanya

Jennifer Lopez Bersepeda Pakai Baju Renang, Intip yuk!

Pernyataan Resmi Nella Kharisma Soal Cak Malik Bukan Suaminya: Gak Eruh Tapi Kemeruh

Sementara untuk kasus dokter pertama yang meninggal di Kota Semarang yaitu sang kakak dari dr Sang Aji, dr Elliana Widiastuti yang meninggal pada Minggu (28/6/2020).

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Kota Semarang, dr Elang Sumambar mengatakan ketiganya meninggal dengan disertai komorbid, atau penyakit penyerta.

Dr Ahmadi meninggal dengan penyakit penyerta yaitu diabetes, sementara dr Sang Aji dan dr Elliana memiliki komorbid jantung.

Elang berharap ke depannya, para dokter yang memiliki riwayat Komorbid, utamanya yang berusia 55 tahun ke atas untuk tidak menahan diri terlebih dahulu.

Sama halnya dengan dokter yang masih berusia muda atau di bawah usia 55 tahun untuk lebih waspada.

"Harapan saya ke depan, para dokter-dokter yang usianya 55, dengan ada Komorbid artinya ada penyakit lain atau penyerta seperti dm (diabetes) , jantung, hipertensi, dan yang lain-lainnya itu sebaiknya cooling down dulu."

"Ini kan menyangkut kebijakan luas, dampaknya seperti apa. Yang ada komorbid. Tapi ini saya juga menghimbau itu yang dokter muda yang punya komorbid, menjaga diri," kata Elang kepada Tribun Jateng.

Di Semarang, Elang mengatakan saat ini masih ada sejumlah tenaga medis yang beberapa di antaranya adalah dokter masih dirawat.

"Di ruang ICU masih ada beberapa dokter (Dirawat karena covid-19). Makanya saya berharap sudahlah, cukup. Kemarin saya bilang cukup dua saja. Ternyata tambah lagi. Cukup lah. Kita kan tidak punya kuasa untuk itu. Tapi kita berharap cukup lah (kasus tenaga medis yang meninggal karena covid-19)," kata Elang.

"Kalau berapanya saya kurang hafal (jumlah yang di rawat-red). Yang isolasi mandiri juga cukup banyak. Artinya kan nakes yang terpapar itu cukup banyak. Tapi begitu ketahuan seperti itu," imbuh dokter yang juga hobi bermain bola ini.

Maka dari itu, penting bagi para tenaga medis untuk mendapat jaminan perlindungan covid-19 melalui pemeriksaan berkala.

Menurut Elang, dengan adanya pemeriksaan berkala itu, kondisi kesehatan tenaga medis bisa terpantau.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved