Focus
Menunggu Giliran
Parahnya lagi, hingga kini masih saja ada sebagian orang yang meragukan keberadaan virus itu, dan tak mau mematuhi anjuran protocol kesehatan
Penulis: arief novianto | Editor: muslimah
Menunggu Giliran
Arief Novianto
Wartawan Tribun Jateng
"Wah nek ngene iki yo repot, corona-ne ora rampung-rampung, tambahan kasuse malah akeh-akeh terus. Suwe-suwe kabeh iso keno, tinggal nunggu giliran (Waduh kalau begini ini yang repot, corona-nya tidak selesai-selesai, penambahan kasusnya justru semakin banyak terus. Lama-lama semua bisa kena, tinggal menunggu giliran-Red)," kata satu tetangga saya, dalam diskusi ngalor ngidul di pos ronda kampung, kemarin malam.
Yah, hal itu diungkapkan tetangga saya menanggapi kasus covid-19 di Indonesia yang terus mencatat peningkatan signifikan dari hari-ke hari. Kemarin, Jumat (10/7), jumlah kasus baru covid-19 bertambah 1.611 orang, sehingga totalnya menjadi 72.347 kasus. Rekor peningkatan kasus baru sempat tercatat pada Kamis (9/7), dengan jumlah mencapai 2.657 orang.
Terus bertambahnya kasus baru dengan jumlah banyak itu antara lain terkait dengan munculnya klaster-klaster baru penyebaran covid-19. Terbaru adalah Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD, Bandung, Jabar. Di lingkungan kampus itu tercatat sebanyak 1.262 orang positif covid-19, dengan mayoritas tidak memiliki gejala atau orang tanpa gejala (OTG).
Selain itu, ada juga personel TNI AD di lingkungan Pusdikpom Kodiklat AD, Cimahi, Jabar, positif covid-19 sebanyak 99 orang. Rinciannya meliputi siswa 74 personel, dan organik 25 personel, dengan keseluruhannya berstatus OTG.
Adapun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menyatakan penularan covid-19 bisa terjadi melalui udara. Pernyataan resmi WHO mendefinisikan penularan melalui udara disebabkan penyebaran aerosol yang melayang di udara dalam jarak dan waktu yang lama. Aerosol adalah tetesan pernapasan yang sangat kecil, sehingga dapat menempel di udara.
"Penyebaran melalui udara dapat terjadi saat petugas medis (seseorang-Red) terlibat dalam prosedur (aktivitas-Red) tertentu yang menghasilkan aerosol," tulis WHO, dalam pernyataannya yang dirilis Kamis (9/7) lalu.
Rilis itu menyebut, banyak bukti menunjukkan pada ruangan tertutup dengan ventilasi buruk, virus dapat melayang tinggi selama berjam-jam dan menginfeksi orang lain. Hal itu bahkan dapat menyebabkan kejadian superspreader atau penyebaran luas.
Dilansir New York Times, Kamis (9/7), tempat tertutup yang bisa menjadi tempat penularan covid-19 di udara antara lain restoran, klub malam, tempat ibadah, tempat kerja, atau tempat-tempat lain di mana orang berteriak, berbicara, dan bernyanyi. "Teori menunjukkan sejumlah droplet pernapasan dapat menghasilkan aerosol. Ini terjadi saat menguap, bernapas normal, dan saat berbicara," papar WHO.
Hal itu menyebabkan orang yang rentan dapat menghirup aerosol dapat terinfeksi jika aerosol itu mengandung virus dalam jumlah cukup untuk menyebabkan infeksi ke orang lain. Tetapi, hingga kini, WHO dan para ahli masih mencari tahu berapa proporsi droplet yang diembuskan saat menguap untuk menghasilkan aerosol dan dapat menginfeksi orang lain.
Rasanya, dengan kemampuan virus itu berkembang, di mana kini bisa melayang di udara, penularan covid-19 tak akan selesai dalam waktu singkat, bahkan potensial semakin masif. Hal itupun terbukti dengan kembali munculnya kasus baru covid-19 di sejumlah negara sebagai gelombang kedua.
Mungkin benar kata tetangga saya, dengan penyebaran covid-19 yang potensial semakin masif, setiap orang kini tinggal menunggu gilirannya terinfeksi. Terlebih dengan realita penerapan protokol kesehatan yang masih sering dilanggar, khususnya dalam penggunaan masker di tengah masyarakat.
Parahnya lagi, hingga kini masih saja ada sebagian orang yang meragukan keberadaan virus itu, dan tak mau mematuhi anjuran protocol kesehatan. "Nek mati-mati dewe ora opo-opo, masalahe nulari liyane kuwi sing repot (kalau mati sendiri tidak apa-apa, masalahnya menulari orang lain itu yang repot-Red)," ujar tetangga saya yang lain. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/arief-novianto-vito_20170424_084007.jpg)