Tribunjateng Hari ini
Jalur Pantura Kendal Empat Hari Terendam dan Belum Surut juga
Banjir akibat luapan Sungai Kendal telah merendam Jalur Pantura Kendal, sejak Kamis (15/1), dan sampai sekarang belum surut.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Mobil Indrasari beberapa saat terjebak kemacetan saat melintasi jalan pantura Kabupaten Kendal, Minggu (18/1/2026).
Kemacetan terjadi mulai di depan toko Swalayan Aneka Jaya hingga depan Pasar Kendal.
Di jalur arah Kota Semarang itu, terdapat genangan banjir akibat luapan Sungai Kendal.
Genangan banjir mulai terjadi di depan Kodim hingga Pasar Kendal.
Genangan cukup tinggi berada di lajur kanan, dengan ketinggian setengah selutut orang dewasa.
Warga juga telah memasang tong di tengah jalan sebagai penanda batas ketinggian banjir.
Pantauan Tribun Jateng, pada Minggu pukul 16.00, genangan belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Ketinggian hampir serupa juga terjadi di jalur lambat khusus sepeda motor.
Alhasil, pengendara motor maupun pengemudi mobil menggunakan lajur kiri.
"Tadi macet, tapi nggak lama, kurang lebih 10 menit. Ini mau ke Semarang, saya tidak tahu kalau di sini masih banjir jalannya," kata Indriasari kepada Tribun Jateng, Minggu.
Dia menuturkan, genangan banjir tersebut masih bisa dilewati secara perlahan.
"Ada lubang di beberapa titik, tadi juga kena, jadi enggak bisa kenceng. Namanya kena banjir ya harus sabar, pelan-pelan," tuturnya.
Warga sekitar, Ahmad mengatakan, banjir di Kendal terjadi, sejak Kamis (15/1/2026), setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Sungai Kendal yang berada di dekat jalan pantura meluap karena tak mampu menahan debit air yang cukup tinggi.
Dia mengatakan, banjir di pantura Kendal yang juga masuk ke permukiman warga ini merupakan fenomena langganan setiap musim hujan tiba.
| Tiga Bos Bank BJB Divonis Bebas dalam Kasus Kredit Sritex |
|
|---|
| Ngadiono Warga Pati Korban Kecelakaan ALS Akan Dibawa dengan Helikopter |
|
|---|
| Taj Yasin: Kasus Pencabulan Santriwati di Pati Sudah Terpantau sejak 2024 |
|
|---|
| Pelarian Ashari Tersangka Pencabulan Santriwati Berakhir di Wonogiri |
|
|---|
| Uniknya Ras Kambing Kaligesing di Klaten, Kambing Mandi Tiga Kali Sehari, Harga Tembus Ratusan Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/TRIBUN-JATENG-EDISI-19-JANUARI-2026.jpg)