Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita PSIS

CEO PSIS Berharap Hak Komersial dari PT LIB segera Terbayarkan

PSIS Semarang berharap pencairan hak komersial dari PT. Liga Indonesia Baru (PT LIB)

Tribun Jateng/ Franciskus Ariel
CEO PSIS Semarang, AS Sukawijaya atau Yoyok Sukawi. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- PSIS Semarang berharap pencairan hak komersial dari PT. Liga Indonesia Baru (PT. LIB) yang masih harus dibayarkan bisa segera dicairkan.

CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mengungkapkan belum cairnya hak komersial ini membuat manajemen tim PSIS terhambat dalam menyusun anggaran. Situasi tersebut juga membuat tim kebanggan masyarakat Jawa Tengah ini belum berani melangkahkan kaki untuk menetapkan awal jadwal latihan tim.

Kepada Tribun Jateng, Yoyok mengatakan informasi yang ia dapatkan terkait hak komersial kemungkinan nominalnya sebesar 800 juta rupiah.

Sebetulnya, jelang menghadapi lanjutan Liga 1 2020 pada 1 Oktober mendatang, tim manajemen Mahesa Jenar sudah membagi tiga tim. Tim pertama yaitu tim pertama ditugaskan untuk menyiapkan homebase untuk laga home. Yakni mempersiapkan infrastruktur Stadion Citarum yang sesuai dengan syarat PT. Liga Indonesia Baru (LIB).

Kemudia tim kedua yaitu tim yang ditugaskan untuk menyusun rencana anggaran biaya (RAB).

Serta tim ketiga yaitu tim yang ditugaskan untuk melakukan renegosiasi kontrak dengan para pemain.

"Tim kedua terkait RAB. Itu kita belum bisa jalan. karena PT. Liga belum tentukan hak komersialnya berapa. Bahkan yang lalu masih banyak yang belum di bayar itu. Baru di bayar dua kali. Lalu bulan Maret, April, Mei, Juni itu bagaimana ceritanya," kata Yoyok, Senin (13/7/2020) kemarin.

Ia berharap hak komersial tersebut bisa segera dicairkan.

"Kami menunggu hak komersialnya ini bagaimana kejelasannya. Kita belum tau nominalnya berapa. Kabarnya 800 juta, tapi 800 nya itu kapan. Yang kemarin pie?. Kalau tidak jelas kita tidak bisa berhitung," kata Yoyok.

"Nanti seandainya latihan semuanya, begitu latihan kita harus bayar gaji padahal pertandingan tanpa penonton. Tentu kita butuh uang," imbuhnya.

Adapun untuk tim yang menyiapkan homebase saat ini terus mengebut sejumlah perbaikan di Stadion Citarum yang akan menjadi homebase PSIS nantinya.

Stadion dengan fasilitas rumput sintetis itu masih dalam tahap pemasangan lampu, dan perbaikan ruangan-ruangan.

Sementara untuk tim renegosiasi kontrak, Yoyok mengatakan saat ini manajemen belum bisa melangkah jika belum ada kejelasan mengenai hak komersial.

Sekedar informasi, belum lama ini PSSI mengirimkan surat edaran kepada masing-masing klub peserta terkait aturan pembayaran gaji pemain yakni maksimal 50 persen dari kontrak awal.

"Kita mau hitung bagaimana tidak ada angkanya. Kami masih belum melangkah. Kami menunggu PSSI datanya lengkap, baru kita bisa hitung RAB. Termasuk yang terakhir terkait renegosiasi kontrak terkait 50 persen. Itu masih rancu juga. 50 persennya 50 persen apa?. Kita masih tunggu aja dulu, daripada sok tau ternyata keliru," ungkapnya.

Bupati Pati Haryanto Sampaikan Beberapa Perubahan Mendasar mengenai Aturan Pengisian Perangkat Desa

Update Virus Corona Jawa Tengah Selasa 14 Juli 2020, Pasien Positif Tembus Angka 6.000

Naya Rivera Hilang di Danau Paru Ditemukan Meninggal Dunia

Jelang Lanjutan Liga 1: Dragan Dkukanovic Sebut Pemain harus Digembleng Kembali Mulai dari Nol

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved