Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kabupaten Semarang

Bawaslu Kabupaten Semarang Imbau PPDP Benar-benar Turun ke Masyarakat

Bawaslu Kabupaten Semarang meminta para petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) di Pilkada Kabupaten Semarang melakukan tugasnya

Tayang:
Penulis: akbar hari mukti | Editor: muslimah
Istimewa
Petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) mulai melakukan tahapan coklit ke rumah-rumah warga. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Bawaslu Kabupaten Semarang meminta para petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) di Pilkada Kabupaten Semarang melakukan tugasnya.

Misal benar-benar terjun ke masyarakat saat tahapan coklit berlangsung mulai Rabu (15/7/2020) ini.

"Artinya apa yang diembankan ke mereka, bisa dilaksanakan sebenar-benarnya," jelas Koordinator Divisi Hukum Data Informasi dan Hubungan Masayarat Bawaslu Kabupaten Semarang, Andi Gatot Anjas Budiman.

Menurut Andi, Bawaslu Kabupaten Semarang sudah melakukan pemetaan terkait kerawanan dalam tahapan coklit di Pilkada Kabupaten Semarang.

Contoh kerawanan tersebut, lanjut Andi, di antaranya anggota PPDP yang tidak mematuhi protokol kesehatan saat terjun ke masyarakat untuk menggelar coklit.

Lalu PPDP tidak melakukan tahapan coklit secara langsung kepada masyarakat, hingga anggota PPDP melimpahkan tugas coklitnya kepada orang lain.

"Anggota PPDP juga harus memberi tanda bukti ke warga yang sudah dicoklit," paparnya.

Bawaslu Kabupaten Semarang, lanjut Andi, mulai membuka posko pengaduan terkait pelaksanaan coklit tersebut. Posko pengaduan dibuka di tiap desa dan kecamatan di Kabupaten Semarang.

"Posko itu agar semakin mudah melakukan pengecekan terhadap tugas-tugas PPDP yang melakukan coklit," paparnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang, M Talkis, menambahkan, pihaknya mengajak warga untuk mengawasi pelaksanaan coklit di Pilkada Kabupaten Semarang. Ia menilai, pengawasan oleh masyarakat akan membuat pelaksanaan coklit semakin optimal.

"Warga, bisa turut mengawasi proses coklit serta melaporkan ke posko pengaduan apabila menemukan potensi pelanggaran yang dilakukan PPDP," jelas dia.

Selain itu, ia menjelaskan Bawaslu mengecek para anggota PPDP yang diterjunkan ke masyarakat menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran corona.

Di antaranya harus menggunakan face shield, masker, hingga sarung tangan.

"Pengawas, petugas coklit, hingga masyarakat perlu saling menjaga supaya tak ada persebaran corona dalam tahap coklit di Kabupaten Semarang," imbuh dia.

Dikonfirmasi, Ketua KPU Kabupaten Semarang Maskup Asyadi menjelaskan, proses tahapan coklit dimulai pagi ini. Sebelum melaksanakan coklit, ia mengungkapkan PPDP dibekali bimbingan teknis terkait melaksanakan coklit di tengah pandemi corona.

"Di antaranya kami membekali mereka dengan faceshield, hand sanitizer, hingga sarung tangan," katanya.

Selain itu Maskup menjelaskan anggota PPDP sudah melakukan rapid test.

"Supaya dengan pelaksanaan coklit di tengah pandemi corona ini dapat meningkatkan kualitas daftar pemilih yang akurat dan mutakhir," jelasnya. (Ahm)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved