OPINI Nugroho Trisnu Brata : Zaman Normal, New Normal, dan Covid-19

Masih dalam suasana pandemi virus corona atau covid 19 (corona virus desease 2019) masyarakat kembali

bram
Nugroho Trisnu Brata 

Oleh Nugroho Trisnu Brata

Dosen Antropologi di UNNES & Alumni ProgramSandwich Like S3di Universiteit Leiden Belanda

TRIBUNJATENG.COM -- Masih dalam suasana pandemi virus corona atau covid 19 (corona virus desease 2019) masyarakat kembali disuguhi berita tentang kebijakan new normal oleh pemerintah.

Banyak orang yang bingung dengan istilah new normal karena jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “normal baru” adalah suatu istilah yang aneh dan tidak pas.

Orang juga sering bingung ketika ditanya apa itu wabah dan pandemi (pandemic). Wabah adalah penyakit yang menjangkiti banyak orang dalam waktu yang bersamaan. Sedangkan pandemi adalah wabah yang menyebar ke beberapa atau ke banyak negara.

Tentang istilah new normal dan zaman normal maka bisa ditarik ke belakang di masa lalu. Pada saat penulis melakukan penelitian tentang Pertambangan Minyak Rakyat (PMR) tahun 2012 di Bojonegoro salah seorang informan bercerita tentang jaman normal.

Informan bernama Mbah Carik Laman saat itu usianya sekitar 84 tahun (lahir 1928), menurut dia bahwa PMR itu dulu di zaman normal adalah pertambangan minyak milik NV BPM (NV Bataafche Petroleum Mascapij).

Ternyata zaman normal yang ia maksud adalah zaman ketika tidak terjadi kekurangan pangan, tidak ada pagebluk/wabah, tidak ada perang, dan tidak ada kerusuhan. Itu terjadi pada jaman kolonial Belanda.

Sedangkan saat perang dunia ke-2 yaitu datangnya tentara Jepang ke Jawa, berlanjut dengan jaman revolusi atau perang kemerdekaan Republik Indonesia ia sebut sebagai zaman tidak normal.

Seorang teman penulis yang warga Belanda tetapi keturunan Jawa dan lahir di Jawa juga pernah bercerita tentang zaman normal. Ia pernah mendapat cerita dari orang tuanya mengenai zaman normal, yaitu zaman sebelum adanya perang kemerdekaan dan sebelum datangnya bala tentara Jepang yang menaklukkan Belanda di Indonesia.

Zaman normal adalah zaman yang serba teratur, zaman ketika para priyayi dan bangsawan berada dalam status sosial yang mapan. Dan saat itu adalah zaman ketika pemerintah kolonial Belanda berkuasa di Indonesia.

Berbeda dengan zaman normal, istilah new normal yang saat ini popular adalah istilah yang diadopsi dari bahasa Inggris. New normal jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sesuai konteks masyarakat sekarang, adalah sebuah kenormalan baru atau sesuatu yang saat ini coba dianggap sebagai sesuatu yang normal atau wajar, atau sebuah perilaku hidup yang wajar.

Sesuatu yang wajar itu di masa sebelum merebaknya pandemi covid 19 justru dianggap tidak wajar atau tidak normal. New normal bisa juga diartikan sebagai perilaku baru untuk hidup sehat, atau tatanan baru untuk hidup sehat. New normal mirip dengan istilah new order (orde baru) untuk membedakan dengan old order (orde lama), namun istilah ini terlalu politis untuk merespon pandemi covid 19.

Istilah new normal pada awalnya dipopulerkan oleh Roger McNamee pada April 2003. Menurt McNamee new normal adalah suatu waktu di mana masyarakat bersedia hidup bersama dengan aturan-aturan baru dalam jangka panjang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved