Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Para Pelaku Usaha Siap Terapkan Euro 4

Pemerintah semakin menggencarkan penggunaan Euro 4 di masyarakat, dimana pemerintah mengharuskan kendaraan menerapkan standar emisi Euro 4 dan pengemb

Tayang:
Penulis: Ruth Novita Lusiani | Editor: muh radlis
IST
Mekanik sedang melakukan uji emisi di bengkel resmi Astra Isuzu International di Sunter, Jakarta, Selasa (14/7/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – Pemerintah semakin menggencarkan penggunaan Euro 4 di masyarakat, dimana pemerintah mengharuskan kendaraan menerapkan standar emisi Euro 4 dan pengembangan bio diesel 30 persen (B30) yang diresmikan Presiden akhir tahun lalu.

Standar Euro 4 mensyaratkan RON minimal 92 dan kandungan sulfur maksimum 50 ppm.

Dengan demikian BBM lebih berkualitas dan efisien, serta menjaga kualitas udara semakin baik bagi kesehatan masyarakat.

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Brigadir Andi Tewas Ditabrak Mobil, Sopirnya Tak Terima Ditegur

Kata Polisi Hana Hanifah Ketagihan dengan Prostitusi Online, Ini Alasannya, Klien di Kota Besar

Sebelum Meninggal, Bambang Cahyo Marahi Ivan Gunawan Soal Kartu Kredit

Reza Rahardian dan Prilly Latuconsina Foto Bertunangan: Akhirnya Aku Halal

“Penerapan Euro 4 akan berdampak positif bagi industri otomotif. Saat ini mayoritas negara lain sudah menggunakan standar Euro 4. Jika Indonesia memakai standar yang sama, maka pabrikan di Indonesia dapat mengekspor kendaraan secara efisien lewat satu jalur produksi.

Sehingga, pabrikan otomotif Indonesia akan berdaya saing kuat di pasar global,” ungkap Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemperin), Putu Juli Ardika, dalam siaran pers tertulisnya, Selasa, (14/7/2020).

Sementara itu, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita berharap industri otomotif mendukung program pemerintah termasuk penerapan Euro 4 dan B30.

Penerapan standar emisi Euro 4 untuk kendaraan berbahan bakar solar di Indonesia sedianya dilaksanakan pada April 2021 namun karena adanya pandemi Covid-19 maka ditunda hingga April 2022. Hal ini tercantum dalam Surat Penundaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia No S 786/MENLHK-PPKL/SET/PKL.3/5/ 2020 pada tanggal 20 Mei 2020. Sedangkan, standar Euro 4 untuk kendaraan berbahan bakar bensin telah dilakukan pada 2018.

“Sebagai pelaku industri jasa logistik yang menggunakan alat transportasi, saya selalu mendukung kebijakan pemerintah. Saya meyakini aturan yang diambil pemerintah ini tentu demi kebaikan semua, terlebih untuk mengurangi polusi udara,” ucap CEO JNE, Muhammad Feriadi.

Feriadi mengatakan implementasi Euro 4 tentu akan berdampak pada belanja modal perusahaan ke depan. Meskipun demikian, ia menjamin pihaknya akan menyesuaikan dengan aturan yang berlaku.

Dukungan juga diberikan oleh Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Zaldy Ilham Masita. Hanya saja, ia meminta pemerintah mengkaji lebih komprehensif sebelum menerapkan standar emisi gas buang Euro 4 untuk kendaraan bermesin diesel.

Dijelaskan, saat ini ada keraguan apakah mesin diesel Euro 4 bisa mengonsumsi bahan bakar B30 (campuran 30 persen bahan bakar nabati) sesuai roadmap pemerintah untuk menggalakkan energi hijau di Indonesia. Untuk itu, pengecekan secara menyeluruh dan pengujian mesin selama beberapa tahun perlu dilakukan untuk memastikan mesin diesel Euro 4 aman memakai bahan bakar B30. 

Adapun Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Ernando Demily mengatakan sebagai salah satu produsen mobil komersial, pihaknya sangat mendukung kebijakan pemerintah soal penerapan standar emisi Euro 4.

Terlebih Isuzu sendiri sejak tahun 2011 sudah menggunakan teknologi common rail yang kompatibel dengan BBM solar Euro 4. Ernando juga mengatakan tahun lalu Isuzu juga telah menggunakan teknologi common rail untuk Isuzu Elf. 

Meskipun demikian, ia mengakui, bahwa penerapan Euro 4 dan bio diesel 30 (B30) dalam waktu bersamaan merupakan tantangan tersendiri bagi produsen dalam memproduksi mobil yang kompatibel. Karena itu, sejak pemerintah memutuskan menerapkan Euro 4 dan B30 secara bersamaan, pihaknya langsung bekerja sama dengan prinsipal di Jepang untuk mempersiapkan produk yang mampu mengakomodasi Euro 4 dan B30.

“Untuk saat ini, kami sudah siap mengimplementasi keduanya secara bersamaan,” terang Ernando.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved