Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

KKN Undip

3.852 Mahasiswa KKN Undip Disebar di 30 Provinsi di Indonesia

Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menerjunkan 3.852 mahasiswa KKN Tim II Tahun 2019-2020 di 30 provinsi yang ada di Indonesia.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Kepala Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) LPPM Undip, Fahmi Arifan ST M.Eng, saat membacakan laporan pelaksanaan KKN Tim II Tahun 2019-2020 dalam Upacara Penerjunan yang digelar secara virtual, Kamis (16/7/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menerjunkan 3.852 mahasiswa KKN Tim II Tahun 2019-2020 di 30 provinsi yang ada di Indonesia.

Mereka akan melaksanakan KKN selama 42 hari, terhitung sejak 5 Juli 2020 hingga 15 Agustus 2020. 

Upacara Pemberangkatan Tim KKN dilakukan secara virtual oleh Rektor Undip Prof  Dr Yos Johan Utama, SH, M pada Kamis (16/7/2020).

Pembukaan juga diikuti oleh seluruh dosen pembimbing dan perwakilan kelompok mahasiswa KKN.

Kepala Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) LPPM Undip, Fahmi Arifan ST M.Eng, menyebutkan, 3.852 mahasiswa KKN Tim II ini disebar di seluruh daerah dari Aceh hingga Papua Barat.

Antaralain Wilayah Bagian Barat (Aceh, Riau, Kep. Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Lampung, Bengkulu, Jambi). Jawa (Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta).

Kalimantan (Kalimantan Barat, Selatan, Timur, dan Kalimantan Tengah). Indonesia bagian Timur (Bali, NTB, NTT, Papua Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara).

Fahmi mengatakan, adanya pandemi Covid-19 maka kegiatan KKN tim 2 2019/2020 mengalami perubahan.

”Yang biasanya dilakukan secara kelompok (tim) maka pada KKN periode ini dilakukan dengan secara mandiri (individu) atau KKN Pulang Kampung,” katanya.

KKN yang biasanya dilakukan di lokasi yang ditentukan oleh LPPM, lanjutnya, maka saat ini ditentukan berdasarkan lokasi domisili (kampung halaman) dari mahasiswa atau dapat memilih lokasi di luar domisili.

“Tentunya harus tetap memperhatikan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini,” katanya.

Pada pelaksanaan KKN Tim II TA 2019/2020 ini, melibatkan Dosen KKN sebanyak 105 orang,  Dosen Koordinator KKN sebanyak 11 orang, dan Kapus-Sekpus P2KKN  (Total 118 orang dosen).

Dijelaskannya, KKN Tim II TA 2018/2019 esensinya tetap merupakan KKN - PPM, dengan imbangan program monodisiplin adalah 2.

Artinya, setiap mahasiswa KKN wajib membuat 2 program monodisipliner sesuai kompetensi keilmuannya, dengan tema Pencegahan Penularan dan Penyebaran Covid 19 dan program pemberdayaan masyarakat dengan pengembangan potensi desa yang bertemakan SDG’s di era pandemi Covid 19.

Kegiatannya antara lain, pemberdayaan keluarga atau masyarakat di lingkungan tempat tinggal yang sesuai dengan SDGs (Sustainabel Development Goals), Pemberdayaan UMKM, tema Bidang Kesehatan, Sains teknologi, Bidang Teknologi Informasi, Bidang Teknologi Industry, Pertaninan, Perikanan-Peternakan, Soshum, Agroteknologi, dan Agrobisnis.

”Modul-modul, poster, buku saku, lembar balik dapat digunakan oleh masyarakat desa setelah mahasiswa kembali ke kampus, sehingga program kegiatan dapat berkelanjutan,” jelasnya.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Undip, Prof DR Jamari ST MM mengungkapkan, adanya pandemi Covid-19 mengharuskan pelaksanaan KKN tahun ini dengan cara virtual.

“Mohon maaf kita harus melaksanakan dengan model baru, namun ini bukan model pertama tapi juga seluruh universitas di Indonesia,” ungkapnya.

Ia berpesan pada para mahasiswa, tak perlu membandingkan KKN saat ini dengan yang lain, sebab KKN virtual ini merupakan yang pertama kali.

Bahkan tak hanya mahasiswa, hal ini juga merupakan pengalaman baru bagi para dosen.

Diungkapkannya, banyak yang berpendapat KKN online tidak ada manfaatnya. Namun menurut Jamari, hal itu kurang tepat.

Pasalnya, inti dari KKN merupakan aksi terjun ke masyarakat menyelami keadaan dan memberikan solusi.

Sedangkan mahasiswa dididik di kampus untuk selanjutnya diterapkan ke masyarakat.

“Mereka berpandangan bahwa menangani persoalan masyarakat tidak bisa terjun langsung. Kalau bicara teknologi, justru inilah saatnya tantangan bagi mahasiswa untuk bisa menyelesaikan masalah tanpa terjun langsung tapi dengan memanfaatkan teknologi,” jelasnya. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved