Berita Tegal
Penjelasan Pemkab Tegal Soal KBM Tatap Muka Siswa Baru TK hingga SMP
Kegiatan MPLS tatap muka tersebut, berlangsung sejak tanggal 13-18 Juli 2020 dengan menerapkan SOP yang sudah ditetapkan.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Seperti yang diketahui, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal, menyelenggarakan proses KBM tatap muka dalam hal ini kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama seminggu bagi siswa baru di Paud, SD, dan SMP.
Kegiatan MPLS tatap muka tersebut, berlangsung sejak tanggal 13-18 Juli 2020 dengan menerapkan SOP yang sudah ditetapkan.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tegal, Akhmad Wasari, kenapa pihaknya merasa perlu mengadakan KBM Tatap Muka? Karena baik dari pihak guru, tenaga TU, pasti ingin melihat atau mengetahui siswa baru mereka.
Begitu juga siswa baru yang memiliki kepentingan untuk mengetahui mana Kepala Sekolahnya, guru, teman sekelasnya, lingkungan sekolah, ruang kelas, dan lain sebagainya.
"Proses pembelajaran bagi kelas rendah (kelas 1-3) hanya dimulai pukul 07.00 WIB - 09.00 WIB. Sedangkan untuk kelas tinggi (kelas 4-6) dan SMP dimulai dari pukul 07.00 WIB - 10.00 WIB. Tidak ada jam istirahat untuk menghindari kerumunan, dan jumlah murid dalam satu kelas dibatasi maksimal 16 orang. Jadi semuanya sudah kami siapkan sedemikian rupa," jelas Wasari, pada Tribunjateng.com, Kamis (16/7/2020).
Terkait SOP yang diterapkan, Wasari mengenaskan, mulai dari tahap persiapan lingkungan sekolah, ruang kelas yang aman dan sehat.
Selain itu, persiapan yang terkait dengan siswa juga diatur di dalam SOP.
Di antaranya menerapkan germas, membiasakan siswa tidak berjabat tangan dengan siapapun, mengenakan masker, cuci tangan menggunakan sabun, dan membawa Handsanitizer.
Tidak hanya siswa dan guru, di dalam SOP juga dijelaskan mengenai SOP yang harus dilakukan oleh orangtua siswa, komite sekolah, dan masyarakat.
"Pembelajaran tatap muka ini, selain untuk kepentingan MPLS juga untuk menerapkan pola pembelajaran daring di masa off nanti. Karena murid baru ini hanya ke sekolah selama seminggu, setelah itu off lagi. Nah selama off ini, mereka akan menerima proses KBM secara daring atau luring," paparnya.
Tidak hanya bagi siswa baru, lanjutnya, siswa kelas 2-6 SD juga selama seminggu berangkat ke sekolah.
Disamping untuk kepentingan sekolah, tapi juga untuk menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai proses pembelajaran berikutnya.
Sedangkan untuk siswa SMP, satu minggu pertama yang berangkat adalah peserta didik baru.
Satu minggu kedua yang berangkat adalah siswa kelas 8, dan satu minggu ketiga yang berangkat adalah kelas 9. Setelah itu mereka kembali off atau pembelajaran secara daring atau luring.
"Kami membuat tim monitoring di 18 kecamatan yang setiap saat memeriksa kepatuhan protokol kesehatan di sekolah-sekolah dan alhamdulillah kondusif. Sampai saat ini aman, belum ada warga pendidikan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kami sudah sepakat ketika nantinya ditemukan satu kasus positif Covid-19, kegiatan KBM tatap muka ini langsung diberhentikan semuanya," tegas Wasari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sop-selama-kbm-tatap-muka-tegal.jpg)