Breaking News:

Berita Ekonomi

PHK Tinggi di Masa Pandemi, BP Jamsostek Imbau Masyarakat Gunakan Layanan Lapak Asik & One To Many

PHK Tinggi di Masa Pandemi, BP Jamsostek Imbau Masyarakat Gunakan Layanan Lapak Asik & One To Many

Tribun Jateng/Ruth Novita Lusiani
Pemberian santunan oleh BPJAMSOSTEK yang diserahkan oleh Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu (dari kanan no 3) dan Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Semarang Pemuda, Teguh Wiyono (dari kanan no 6) kepada penerima santunan, Rabu, (15/7/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Melihat adanya lonjakan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang tinggi di masa pandemi covid-19, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) memberikan beberapa inovasi untuk mempermudah proses klaim.

Kepala BP Jamsostek Cabang Semarang Pemuda, Teguh Wiyono menuturkan berdasarkan data yang ada hingga 14 Juli 2020, data pengajuan klaim untuk jaminan hari tua (JHT) sebanyak 11.632 kasus dengan nominal pembayaran Rp 133,7 miliar, jaminan pensiun (JP) sebanyak 3.056 kasus dengan nominal pembayaran Rp 2,7 miliar, jaminan kecelakaan kerja (JKK) sebanyak 1.974 kasus dengan nominal pembayaran Rp 12,2 miliar, dan jaminan kematian (JKM) sebanyak 185 kasus dengan nominal pembayaran Rp 6,7 miliar.

“Dengan adanya pandemi covid-19 ini kami melihat tingginya angka PHK yang terjadi di masyarakat, oleh karena itu kami memberikan inovasi program seperti Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) dan program One To Many,” ungkap Teguh kepada Tribun Jateng di sela-sela kegiatan Lapak Asik “New Normal” One To Many, Rabu, (15/7/2020).

Dijelaskannya program Lapak Asik merupakan sebuah program dimana masyarakat yang terkena PHK dapat mengambil JHT yang dimilikinya melalui antrian online BPJAMSOSTEK. Harapannya melalui Lapak Asik, masyarakat dapat semakin dipermudah untuk melakukan klaim tanpa harus jauh-jauh datang ke kantor, serta untuk meminimalisir kontak fisik antara masyarakat dengan petugas BP JamsosteK.

“Sementara untuk klaim secara offline juga masih kami layani melalui program One To Many. Dalam hal ini satu customer service dapat melayani klaim empat hingga enam orang pekerja yang ingin mengajukan jaminan hari tuanya, tentunya layanan ini juga memperhatikan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah,” terang Teguh.

Disamping itu, dalam acara hari ini BPJAMSOSTEK turut memberikan santunan kepada tiga ahli waris dari keluarga yang meninggal akibat kecelakaan kerja. Santunan diberikan kepada perwakilan keluarga dari almarhum Non Asn Dinas Pemadam Kebakaran, Budi Kurniawan, perwakilan keluarga almarhum Tenaga Kebersihan Kecamatan Gayamsari, Pustoko Pamungkas dan perwakilan keluarga Non Asn Dinas Pendidikan, Kris Setyo Utomo.

Pemberian santunan ini diberikan oleh Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu. “Saya sangat mengapresiasi sekali bantuan yang diberikan BPJAMSOSTEK kepada teman-teman Non Asn yang meninggal karena kecelakaan kerja. Diharapkan bisa terus menerus seperti ini kedepannya. Dengan harapan bantuan yang diberikan ini dapat membantu ahli waris untuk pendidikan anak dan sebagainya,” tutur Ita.

Sementara itu, Endang Sumarsih satu diantara penerima santunan mengatakan sangat bersyukur sekali dengan bantuan yang diberikan BPJAMSOSTEK, mengingat saat ini ia masih harus menghidupi ketiga anaknya.

“Tentunya sangat bersyukur sekali dengan adanya santunan dari BPJAMSOSTEK ini, kedepan bantuan yang saya dapatkan ini akan digunakan untuk pendidikan anak,” ucap Endang. (Ute) 

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: muslimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved