Berita Kudus
Jadi Pilot Project, Dua Bank Sampah di Kudus Ini Bisa Tukar Sampah Menjadi Emas
Sedikitnya dua bank sampah di Kabupaten Kudus akan menjadi pilot project dalam program memilah sampah menjadi emas
Penulis: raka f pujangga | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sedikitnya dua bank sampah di Kabupaten Kudus akan menjadi pilot project dalam program memilah sampah menjadi emas.
Relationship Manager Pegadaian Cabang Kudus, Jalu Rajasa mengatakan, akan bekerjasama dengan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) agar hasil penjualan bank sampah bisa dikonversi menjadi emas.
Saat ini tercatat ada sembilan bank sampah di Kabupaten Kudus, namun untuk pilot projectnya hanya ada di dua bank sampah.
"Dua bank sampah yang akan menjadi pilot project itu di Muria Indah dan Gondosari," jelas dia, Selasa (21/7/2020).
Dia menyampaikan, pelaksanaan program 'Memilah Sampah Menjadi Emas' tersebut rencananya akan dimulai pada awal bulan Agustus 2020.
"Nanti tanggal 27 Juli 2020 akan kami siapkan MoU-nya," ujar dia.
Dia menjelaskan, setiap bank sampah yang akan menjadi pilot project itu akan dibentuk agen yang akan menampung hasil penjualan sampah.
Kemudian uangnya disetorkan ke Tabungan Emas Pegadaian untuk dikonversikan menjadi emas.
"Sedangkan nanti untuk pembuatan buku rekeningnya difasilitasi gratis atau subsidi ini masih didiskusikan," jelas dia.
Sementara itu, Manajer Penjualan Pegadaian Cabang Kudus, Miftahul Falih mengatakan, dengan tabungan emas itu maka nasabah akan memperoleh nilai dari kenaikan harga emas.
Jika satu kilogram sampah plastik hanya dihargai Rp 1.000 sampai Rp 2.000. Makanya hanya dengan lima sembilan kilogram emas saja, bisa memperoleh 0,01 gram emas.
Saat ini nasabah tabungan emas sudah bisa menabung mulai Rp 8.960 untuk 0,01 gram emas, per tanggal 21 Juli 2020.
"Ketika harga emas itu naik, maka nilai tabungan emasnya juga akan ikut meningkat," jelasnya.
Saat ini, Pegadaian Cabang Kudus sudah bekerjasama dengan bank sampah di Wedarijaksa, Kabupaten Pati, sejak awal tahun 2019.
Hingga sekarang, kata dia, sudah ada sekitar 50 nasabah tabungan emas dari bank sampah di Wedarijaksa.
"Dari awal tahun 2019 sampai sekarang sudah terkumpul sekitar 150 gram emas. Jika di sana kami bekerjasama dengan bank sampahnya, di sini kami bekerjasama dengan Dinas PKPLH Kudus," ujarnya. (raf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/manajer-pa-2172020.jpg)