Berita Semarang
Kemenparekraf Resik-resik Goa Kreo Semarang Jelang New Normal
kegiatan bersih-bersih di Goa Kreo ini mengawal aksi program gerakan BISA yang selanjutnya akan dilakukan di tempat wisata lain di Kota Semarang.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang bersama Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melaksanakan program gerakan BISA (bersih, indah, sehat, dan aman) di destinasi wisata Kota Semarang.
Program gerakan BISA merupakan gerakan bersih-bersih tempat pariwisata sebagai upaya persiapan menuju new normal di bidang pariwisata agar masyarakat dapat berwisata bersih dan aman.
Gerakan BISA di Kota Semaramg sendiri dimulai di Goa Kreo, Rabu (22/7/2020).
Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, kegiatan bersih-bersih di Goa Kreo ini mengawal aksi program gerakan BISA yang selanjutnya akan dilakukan di tempat wisata lain di Kota Semarang
"Ini pertama kali diawali di Goa Kreo, nanti tanggal 25 Juli di kawasan kota lama dan MAJT. Kemudian, tanggal 27 di Semarang Zoo," sebut Iin, sapaan akrabnya.
Dalam program ini, pihaknya melibatkan para pelaku sektor wisata dan ekonomi kreatif.
Diharapkan, destinasi wisata menjadi bersih sehingga masyarakat tidak akan khawatir berwisata di Kota Semarang.
"Kebetulan tempat-tempat wisata sudah dibuka kembali. Dengan ditambah ini (program gerakan BISA) nanti dapat mengoptimalkan pariwisata, lebih indah, lebih bersih, dan lebih aman," ucapnya.
Sementara, Staf Khusus Bidang Keamanan Kemenparekraf, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta mengatakan, program gerakan bisa merupakan strategi pariwisata menjelang new normal.
Menurutnya, dibukanya kembali sektor wisata tentu harus ada hal-hal yang dipersiapkan. Satu diantarnaya melalui program tersebut untuk menciptakan lokasi wisata yang bersih dan aman.
"Kami kemarin ada di wilayah Magelang. Minggu ini di Semarang dan sekitarnya. Kami akan mencari lokasi wisata lain, kami akan berkomunikasi dan kolaborasi dengan pemda wisata setempat yang ingin dibersihkan dan dirapikan," jelasnya.
Program gerakan BISA ini juga didukung oleh Komisi X DPR RI. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng Pramestuti, turut hadir dalam pelaksanaan program BISA.
Dia menyebutkan, sebelum Covid-19 Pemerintah berorientasi mengundang wisatawan asing datang Indonesia agar dapat menambah devisa. Menurut dia, orientasi tersebut saat ini harus diubah yakni bagaimana pemerintah dapat menggaet wisatawan domestik untuk berwisata di negeri sendiri.
"Oriantasi dulu sebelum Covid-19 mendatangkan wisatawan asing. Sekarang bagaimana caranya masyarakat membelanjakan uangnya untuk wisata di dalam negeri. Misal, masyarakat Kendal ke Semarang, atau sebaliknya," ujarnya.
Oleh karena itu, sambung dia, pemerintah diharapkan lebih menyiapkan destinasi yang dipercaya masyarakat. Dengan program gerakan BISA diharapkan pariwisata dan ekonomi kreatif ini bisa mulai tumbuh.