Breaking News:

Berita Jateng

88 Persen Siswa Jawa Tengah Ingin Belajar di Sekolah Lagi

Pandemi Covid-19 membuat anak-anak terpaksa menjalani pendidikan sekolah melalui daring.

Tribun Jateng/Hermawan Handaka
OSIS SMA N 3 Semarang di dampingi pembina OSIS dan guru sedang memberikan materi kepada 408 siswa didik baru tahun ajaran 2020/2021 secara daring, Selasa (14/07/20). Pasalnya, tahun ajaran baru tahun saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19. Meskipun Kota Semarang masuk di tahap pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) namun siswa-siswi masih belum diperbolehkan masuk sekolah. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Pandemi Covid-19 membuat anak-anak terpaksa menjalani pendidikan sekolah melalui daring. Namun ternyata tidak semua anak menikmati belajar dari rumah.

Tak sedikit para siswa justru tertekan karena pembelajaran dari rumah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3AKB Jawa Tengah, Retno sudewi mengatakan sekitar 88 persen siswa di Jawa tengah yang memilih belajar di Sekolah dibandingkan dengan belajar di rumah.

Bukan Jadi Ketua Tim Pemenangan Gibran-Teguh, Achmad Purnomo Diusulkan Jabat Posisi Ini

Viral Babi Ngepet Hitam Dikejar Warga Mendadak Hilang Terekam CCTV, Ini Faktanya

Tanpa Menawar, Ada Warga‎ Semarang Siap Beli Tanah dan Mempersunting Janda Cantik Kudus

SPG Rokok Terlibat Prostitusi Online, Ada 2 Jenis Tarif, Short Time dan Menemani Sepanjang Hari

"Ada banyak jawaban dari anak-anak, salah satunya karena belajar di sekolah karena ada temannya sehingga bisa belajar bersama-sama," katanya, Kamis (23/7).

Namun menurutnya anak-anak juga memahami bahwa belajar di sekolah yang membuat orang banyak berkumpul menjadi satu lokasi mempunyai resiko besar penularan Covid19.

Di sisi lain anak-anak juga memahami bahwa pencegah penularan covid19 bisa menggunakan Alat Pelindung Diri seperti Masker, Face shield dan Sarung Tangan, menjaga jarak, serta membudayakan prilaku hidup bersih sehat.

"Kami pun juga berupaya untuk agar anak-anak tidak bosan dirumah dengan mengadakan berbagai kegiatan seperti workshop online membuat video hingga lomba membuat video singkat dari aplikasi tiktok, tujuannya anak-anak tetap bersemangat di rumah dan tidak stress," tambahnya.

Sementara itu, salah satu orangtua siswa di Semarang, Amini menuturkan, pembelajaran di rumah secara daring selain membuat anak menjadi stres namun juga membuat orangtua menjadi ikut stres.

Hal itu karena tidak semua materi yang disampaikan kepada siswa melalui daring dapat dipahami oleh siswa.

Orangtua juga ikut turun memberikan penjelasan terhadap materi yang disampaikan oleh guru melalui daring. Alhasil pekerjaan orangtua pun juga ikut terganggu pekerjaannya.

"Harapannya ada standar pembelajaran yang khusus dilakukan untuk pembelajaran pada masa pandemi covid19.

Jadi guru tidak hanya mengajar melalui siaran langsung dan meminta anak muridnya melihat materi dari youtube saja," pungkasnya.(*)

Wanita Ini Menangis Sejadi-jadinya Setelah 9 Kerbau yang Dirawat 8 Tahun Dicuri Jelang Idul Adha

Oknum ASN Kudus Terlibat Perselingkuhan Tak Biasa, Kepala BKPP: Poliandri Masih Mending, Ini Parah

Ini Wajah Dua Pelaku Pembuangan Bayi di Gunungpati Semarang, Dibuang karena Ayah Malu

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Sopir ST Tewas Kecelakaan Terlindas Truknya Sendiri di Semarang

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved