Berita Semarang
Disdik Kota Semarang Berkomitmen Penuhi Hak Pendidikan Anak
Dalam rangka Hari Anak Nasional 2020, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang berkomitmen memenuhi dan melindungi hak anak, apalagi dalam pemenuhan ha
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dalam rangka Hari Anak Nasional 2020, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang berkomitmen memenuhi dan melindungi hak anak, apalagi dalam pemenuhan hak pendidikan.
Hal itu disampaikan Kepala Disdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri di sela acara penerimaan Anugerah KPAI 2020, Rabu (22/7/2020).
Menurut Gunawan, pemenuhan hak anak itu mulai hak mendapatkan pendidikan, hak untuk bermain, dan sebagainya.
• Tanpa Menawar, Ada Warga Semarang Siap Beli Tanah dan Mempersunting Janda Cantik Kudus
• Ridho Kembaran Rizki D Academy Peluk Lesti Kejora dan Bisikkan Pesan Ini di Pesta Pernikahan
• Ini Wajah Dua Pelaku Pembuangan Bayi di Gunungpati Semarang, Dibuang karena Ayah Malu
• Kisah Sepasang Kekasih Buang Bayi: Dari Berzina Lalu Hamil dan Melahirkan, Buang Anak karena Malu
"Semua hak terhadap anak, apalagi mengenai pendidikan harus kita penuhi dan kita lindungi dari segala aspek kehidupan," ucapnya.
Dia menuturkan, karena kondisi saat ini pandemi covid-19 ini dan di Kota Semarang masih zona merah, tentunya proses pembelajaran belum bisa dilakukan secara tatap muka tapi dilakukan secara daring.
"Meskipun demikian, pembelajaran daring tetap akan kita lakukan dengan sebaik-baiknya.
Sehingga, untuk pembelajaran ini bisa dipenuhi dengan baik," ucapnya.
Gunawan menyampaikan, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama tiga hari lalu sudah berjalan dengan baik.
"Kemudian sekarang kita ada konten-konten baru untuk SD dan SMP.
Misalnya, konten untuk pembelajaran SD itu sudah memberikan inovasi-inovasi baru terhadap guru-guru, untuk bagaimana melaksanakan pembelajaran secara daring," terangnya.
Menurutnya, inovasi-inovasi itu bisa dicontoh guru-guru lain.
Selain itu juga memasukkan konten mengajarnya di media sosial, misalnya Youtube.
"Kemudian di SMP, sekarang per mata pelajaran sudah dibuat misalnya untuk pelajaran matematika sudah bisa diakses di Youtube," ucapnya.
Sehingga, menurutnya, guru yang semula gagap teknologi atau gaptek sekarang sudah berjalan lancar.
"Sudah tiga bulan lebih melaksanakan pembelajaran secara daring.
Maka, sudah bisa lancar sekarang malah banyak inovasi-inovasi baru," tandasnya. (kan)
• PN Demak Akan Eksekusi Tanah Milik Mbah Tun
• Hotline Semarang : Bagaimana Cara Pindah Tagihan Listrik Subsidi
• Anak Shandy Aulia Dituding Gizi Buruk Berat Badan 5.7 Kg, Ini BB Normal Bayi Usia 5 Bula
• 8 Perahu Dikerahkan untuk Mencari Nelayan Tenggelam di Perairan Tayu Pati
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gunawan-saptogiri-3.jpg)