Breaking News:

Ngopi Pagi

FOKUS : Mau Dibawa ke Mana Pendidikan Kita?

Gugus Tugas Covid-19 mengungkap data yang memperlihatkan bahwa ada 1.882 kasus baru Covid-19. Penambahan itu menyebabkan total ada 91.751 kasus Covid

tribunjateng/cetak/grafis bram kusuma
RUSTAM AJI wartawan Tribun Jateng 

Oleh Rustam Aji

Wartawan Tribun Jateng

Rabu (22/7) kemarin, Gugus Tugas Covid-19 mengungkap data yang memperlihatkan bahwa ada 1.882 kasus baru Covid-19. Penambahan itu menyebabkan total ada 91.751 kasus Covid-19 di Indonesia, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.

Dengan fakta itu, artinya pembelajaran daring bagi para pelajar maupun mahasiswa bakal lebih panjang lagi. Apalagi, vaksin corona hingga kini masih diuji dan paling cepat kalau hasil uji berhasil maka paling cepat produksi massalnya dilakukan pada Januari 2021.

Ketidakpastian kapan pandemic corona berakhir, memang menjadi persoalan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Karena itu, hal ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah agar tidak terjadi lost generation.

Sebulan lalu, dalam rubrik ini, saya juga sudah sedikit banyak mengupas dalam tulisan terkait ‘dilema belajar daring”. Anak-anak adalah aset masa depan bangsa. Mereka harus ditumbuhkan lewat pendidikan dalam kondisi apapun, termasuk seperti pandemi saat ini.

Dan, pemerintah tak bisa mengelak terhadap tanggung jawab pendidikan bagi generasi masa depan. Hal ini jelas tertuang dalam dalam Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyatakan; (1) Setiap warga negara berhak mendapatpendidikan. (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar danpemerintah wajib membiayainya.

Seiring berjalannya waktu, memasuki tahun ajaran baru pada Juli ini, rata-rata sekolah ataupun perguruan tinggi memberlakukan pembelajaran daring. Hanya saja, dalam praktiknya, pembelajaran daring ini juga memunculkan masalah baru, terutama terkait dengan jaringan internetnya.

Tak berhenti di sini, penyediaan kuota internet juga menjadi salah satu masalah. Sebab, di tengah kondisi ekonomi yang sulit, tidak semua orangtua siswa juga mampu menyediakan kuota internet bagi anaknya. Ini, bahkan belum termasuk kemampuan siswa untuk memenuhi fasilitas pembelajaran secara mandiri, misalnya handphone ataupun laptop.

Kalau pembelajaran daring masih menjadi satu-satunya solusi, maka pemerintah juga harus bisa menjaminnya. Terutama bagi siswa di tingkat sekolah dasar.

Problem mereka tidak hanya sekadar fasilitas pembelajaran dan internet, tetapi juga interaksi. Kendala ini terutama dihadapi oleh anak kelas 1 yang baru tahap pengenalan. Mereka yang baru beranjak selesai dari TK kemudian melanjutkan ke SD, tentu membutuhkan waktu interaksi yang lebih banyak, baik dengan teman barunya maupun gurunya.

Hal ini tidak mampu hanya dijembatani dengan pembelajaran daring, tapi juga dengan luring (pembelajaran di luar daring). Sistem pembelajaran luring merupakan sistem pembelajaran yang memerlukan tatap muka.

Karena itu, pemerintah tidak bisa serta merta menyerahkan model pembelajaran daring ini menjadi tanggung jawab sekolah dan orangtua siswa. Pemerintah juga harus turut mencarikan solusi terkait kendala yang dihadapi sekolah maupun orangtua siswa. Mengingat pemerintah juga jauh hari telah menetapkan bahwa corona sebagai bencana nasional non-alam.

Sebagai konskuensinya, maka dana bencana covid-19 juga harus dialokasikan untuk dunia pendidikan, misalnya untuk pembelian kuota internet atau subsidi SPP. Sebab, orangtua siswa saat ini ibarat pepatah sudah jatuh tertimpa tangga. Maka harus dibantu. Di sinilah peran pemerintah harus hadir. Kalau pemerintah tak mau turun tangan, mau di bawa ke mana pendidikan kita? (*)

NF Ditemukan Tewas dengan Mata Melotot Setelah Mabuk Miras Oplosan Bareng Suami

Hasil Liga Italia Tadi Malam Parma Vs Napoli, Semua Gol Tercipta dari Titik Penalti

Liverpool vs Chelses 5-3, Firmino Pecah Telur

Hasil Liga Inggris Tadi Malam Manchester United Vs West Ham United, Berakhir Imbang

Penulis: rustam aji
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved