UIN SAIZU Purwokerto
Pascasarjana UIN Saizu Luluskan Doktor ke-88 Bidang Ekonomi Syariah
Pascasarjana UIN Saizu meluluskan doktor ke-88 dengan disertasi tentang modal sosial perempuan Jawa dan wirausaha syariah
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Pascasarjana Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali melahirkan doktor baru melalui ujian promosi doktor yang digelar di Ruang Ujian Doktor Pascasarjana UIN Saizu Purwokerto, Rabu (20/5/2026).
Dalam sidang tersebut, Akhmad Saefuddin resmi dinyatakan lulus dan menyandang gelar Doktor ke-88 Pascasarjana UIN Saizu.
Akhmad Saefuddin berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Modal Sosial Perempuan Jawa dalam Membangun Wirausaha Perspektif Ekonomi Syariah (Studi di Jawa Tengah Barat Daya)”.
Penelitian tersebut menyoroti peran penting modal sosial perempuan Jawa dalam membangun usaha berbasis nilai-nilai Islam di tengah kultur masyarakat yang masih dipengaruhi sistem patriarki.
Ujian promosi doktor menghadirkan tim penguji yang terdiri atas Prof. Ridwan, Prof. Rohmat, Prof. Syufa’at, Dr. Candra Warsito, Dr. Akhmad Faozan, Dr. Ahmad Dahlan, Dr. Ida Nurlaeli, serta Dr. Mursyid.
Sidang berlangsung khidmat dan penuh dinamika akademik melalui pendalaman argumentasi ilmiah mengenai peran modal sosial perempuan Jawa dalam pengembangan kewirausahaan berbasis ekonomi syariah.
Dalam paparannya, promovendus menjelaskan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh modal finansial, tetapi juga dipengaruhi oleh modal sosial berupa jaringan (network), norma (norms), dan kepercayaan (trust).
“Studi ini menemukan bahwa modal sosial perempuan Jawa terbentuk melalui proses relasional berbasis jaringan, norma, dan kepercayaan, serta dimanfaatkan dalam pengembangan usaha,” ujar Akhmad Saefuddin dalam sidang promosi doktor.
Penelitian tersebut bertujuan menganalisis pembentukan dan pemanfaatan modal sosial perempuan Jawa dalam praktik kewirausahaan.
Selain itu, riset juga mengkaji nilai budaya dan religius yang memperkuat modal sosial sebagai intangible capital dalam perspektif ekonomi Islam.
Akhmad Saefuddin turut menelaah rekonstruksi makna konco wingking dan dadi wong dalam kehidupan perempuan Jawa modern yang aktif di dunia usaha.
Menggunakan metode penelitian kualitatif, studi ini melibatkan enam perempuan Jawa sebagai subjek penelitian.
Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Analisis Interaktif dan Analisis Tematik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai luhur seperti kejujuran, kedisiplinan, kepatuhan, kesopanan, unggah-ungguh, memuliakan sesama, hingga birrul walidain menjadi modal sosial yang mampu membangun kepercayaan dalam relasi ekonomi dan keberlanjutan usaha.
Penelitian ini juga menemukan bahwa perempuan Jawa melakukan rekonstruksi makna konco wingking sebagai bentuk tanggung jawab moral yang mendukung aktivitas produktif.
| Pojok Penginyongan Didorong Jadi Pusat Edukasi Budaya Lokal |
|
|---|
| LPPM UIN Saizu Gelar FGD Identitas Atribut Penginyongan, Perkuat Pelestarian Budaya Lokal Banyumasan |
|
|---|
| Rektor UIN Saizu: Pengabdian Akademik Merupakan Arena Perjuangan di Era Kontemporer |
|
|---|
| UIN Saizu Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026, Teguhkan Semangat Jaga Tunas Bangsa |
|
|---|
| Sabet Dua Medali Emas, Dwi Puspitasari Ukir Prestasi Nasional untuk UIN Saizu Purwokerto |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260520-pasca-saizu.jpg)