Breaking News:

Berita Pati

Pak Guru di Pati Hartono Mau Ngajar di Rumah Murid: Tak Semua Punya Hp Android

Tidak semua siswa mempunyai ponsel pintar atau gawai lain untuk dapat mengikuti pembelajaran daring.

Istimewa
Hartono (52), guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Desa Cabak, Kecamatan Tlogowungu ketika mengajar di rumah muridnya 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Di tengah pandemi Covid-19, para siswa diminta mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara daring.

Namun, tidak semua siswa mempunyai ponsel pintar atau gawai lain untuk dapat mengikuti pembelajaran daring.

Selain itu, ada pula siswa yang terkendala akses internet yang kurang memadai.

Permasalahan tersebut menuntut pendidik mencari cara lain agar KBM tetap berjalan secara baik.

Hal inilah yang dirasakan Hartono (52), guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Desa Cabak, Kecamatan Tlogowungu.

Solusi yang ia pilih ialah, ia mengunjungi rumah murid satu per satu secara bergiliran.

"Tidak semua murid punya ponsel Android. Ada juga orang tua yang mengeluhkan biaya pulsa atau paket data. Hal ini membuat tidak semua murid bisa aktif mengikuti KBM daring," terang Hartono ketika dihubungi Tribunjateng.com via WhatsApp, Kamis (23/7/2020).

Guru asal Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu ini merasa kasihan atas keluhan dari orang tua murid.

Hal ini kemudian mendorongnya mendatangi rumah siswa untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka.

Ketika berkunjung ke rumah siswa, Hartono tetap memperhatikan protokol kesehatan, di antaranya membawa hand sanitizer dan memakai masker.

"Saya kasihan dan memikirkan bagaimana agar anak-anak bisa tetap belajar. Akhirnya saya kunjungi rumahnya karena saya merasa iba dan tidak tega," ungkap dia.

Hartono yang merupakan guru kelas 6 definitif sejak tahun 2005 ini telah menjadwalkan kunjungan ke rumah masing-masing murid.

Ia berharap, dalam dua pekan ke depan, ia bisa mendatangi rumah 32 murid kelas 6 secara bergantian.

"Memang saya utamakan kelas enam. Untuk kelas lain belum. Sebab, siswa dari kelas satu sampai kelas enam ada 185 anak. Selain itu, Desa Cabak itu sangat luas," ujar dia.

Hartono mengatakan, upaya ini merupakan inisiatifnya sendiri, bukan instruksi dari sekolah. Hal ini ia lakukan semata-mata demi menjata semangat belajar siswa. (Mazka Hauzan Naufal)

 
Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved