Breaking News:

Berita Jateng

Selama Pandemi Covid-19, Laporan Kekerasan Anak di Jateng Cenderung Meningkat

Angka Kekerasan terhadap anak pada masa Pandemi Covid-19 di Jawa tengah cenderung mengalami kenaikan.

Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Kepala DP3AKB Provinsi Jateng, Retno Sudewi, saat mengikuti diskusi online dengan UNICEF, dan Forum Anak Jateng melalui aplikasi Zoom, Selasa (21/7/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Angka Kekerasan terhadap anak pada masa Pandemi Covid-19 di Jawa tengah cenderung mengalami kenaikan.

Dari data SIMFONI PPA Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, kekerasan yang dialami anak di Jawa tengah didominasi oleh kasus kekerasan seksual, kemudian disusul dengan kekerasan secara fisik dan psikis.

Tercatat total kasus kekerasan terhadap anak di Jawa tengah yang dilaporkan sejak Januari sampai Juni mencapai 381 kasus.

Sedangkan Kota Semarang dan Kabupaten Semarang menjadi kota yang mempunyai angka laporan kasus kekerasan terhadap anak tertinggi di Jawa tengah.

Tanpa Menawar, Ada Warga‎ Semarang Siap Beli Tanah dan Mempersunting Janda Cantik Kudus

Oknum ASN Kudus Terlibat Perselingkuhan Tak Biasa, Kepala BKPP: Poliandri Masih Mending, Ini Parah

Ini Wajah Dua Pelaku Pembuangan Bayi di Gunungpati Semarang, Dibuang karena Ayah Malu

Subur Sugiarto Napi Teroris Nusakambangan yang Divonis Seumur Hidup Meninggal

Tercatat kasus kekerasan kepada anak di Kota Semarang mencapai 48 kasus dan Kabupaten Semarang mencapai 44 kasus.

Kepala Dinas DP3AKB Jawa Tengah, Retno Sudewi mengatakan bahwa pada masa awal pandemi Covid19, yakni pada bulan Maret mengalami penurunan angka laporan kekerasan terhadap anak yang cukup drastis.

Hal itu dikarenakan para korban dan keluarganya mengira semua instansi tempat untuk mengadu tutup sehingga tidak bisa untuk melaporkan kekerasan yang dialami oleh korban.

"Data yang kami peroleh itu berdasarkan dari laporan masyarakat.

Karena pada awal pandemi masyarakat mengira kami bekerja dari rumah dan kantor tutup, sehingga mereka tidak melaporkan kekerasan yang dialami kepada kami, padahal kami pun tetap membuka dan melayani adanya laporan dan pendampingan," katanya, sebelum perayaan Hari Anak Nasional secara daring, Kamis (23/7).

Namun pada bulan April, Mei dan Juni laporan kekerasan terhadap anak langsung mengalami peningkatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved