Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kabupaten Semarang

Protokol Kesehatan Dioptimalkan Selama Penjualan Hewan Kurban di Kabupaten Semarang

Ada warga yang menanyakan harga kambing, ada yang langsung membeli beberapa ekor hewan kurban

Penulis: akbar hari mukti | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Akbar Hari Murti
Pengecekan kambing kurban oleh penjual, di kawasan Sidomulyo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jumat (24/7/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Beberapa tempat penjualan hewan kurban jelang Iduladha di Kabupaten Semarang mulai dipadati warga, Jumat (24/7/2020).

Ada warga yang menanyakan harga kambing, ada yang langsung membeli beberapa ekor hewan kurban.

Salah satu penjual kambing kurban di kawasan Sidomulyo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Didit Prawono, mengaku hingga saat ini sudah ada dua ekor kambing yang berhasil dijualnya.

"Mulai jualan Kamis (23/7/2020) kemarin. Sampai saat ini terjual dua ekor kambing dengan total harga Rp5,5 juta," jelas Didit.

Didit mengaku tahun ini membawa 74 ekor kambing berbagai jenis untuk dijual menjelang Iduladha. Hal tersebut lebih sedikit daripada tahun lalu.

Kambing yang dibawanya tahun ini berjenis Etawa dan Jawa Randu. Menurutnya harga kambing yang dijualnya berkisar antara Rp2,5 juta sampai Rp5,5 juta.

"Tahun kemarin saya bawa 90-an ekor kambing. Karena masih ada corona ini saya bawa lebih sedikit," jelas warga Pacitan Jawa Timur itu.

Ia mengatakan, pihaknya telah berkonsultasi dengan Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang serta Kepala Desa setempat.

Dari konsultasi, menurutnya dalam penjualan hewan kurban di Kabupaten Semarang harus menerapkan protokol kesehatan.

"Maka kami memasang alat cuci tangan, juga calon pembeli harus menggunakan masker saat mendekat dan membeli kambing," urainya.

Ia pun memastikan semua kambing yang dibawanya dalam keadaan sehat.

Sebab pihaknya sudah melengkapi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) terhadap semua hewan kurbannya.

"SKKH sudah ada, kami mengurusnya ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng," jelasnya.

Ia berharap tahun ini semua hewan kurban yang dijualnya dapat terjual.

Meski tak signifikan, ia menilai pandemi corona berdampak pada turunnya daya beli masyarakat, termasuk di Kabupaten Semarang.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved