Breaking News:

Berita Semarang

Satu Keluarga Tersisa di Kampung yang Tenggelam di Demak: Saya Bertekad Tinggal di Sini Sampai Mati

"Saya sudah tekad tinggal di sini sampai mati," katanya kepada Tribunjateng.com, Sabtu, (25/7/2020).

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wajah Rukani tampak kaget saat melihat rombongan petugas KPU Demak datang ke rumahnya.

Ia bertanya kepada salah seorang petugas, ada keperluan apa datang ke rumahnya.

Lantas satu Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) menjelaskan kepada Rukani maksud kedatangan mereka.

Punya Kebiasaan Begadang dan Makan Mie Instan, Pria Ini Divonis Menderita 16 Penyakit Sekaligus

Awalnya Diremehkan karena Badan Lebih Kecil, Selanjutnya Militer AS dan Eropa Kaget Kekuatan TNI AL

Kabar Terkini Achmad Purnomo Setelah Positif Covid-19: Ini Malah Mau Renang

Baru Pertama Bertemu Rizky Billar Langsung Punya Panggilan Sayang untuk Lesti

Budi Kiswanto, nama PPDP itu, mengatakan kepada Rukani, dirinya beserta rombongan hendak melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih.

Rumah yang terletak di Dukuh Rejosari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak menjadi satu-satunya rumah yang didatangi petugas.

Pasalnya, dukuh yang pernah dihuni ratusan rumah itu kini sepi.

Satu per satu penghuninya pergi, menyisakan Rukani beserta istri dan kedua anaknya.

Rukani menyambut kedatangan PPDP yang akan mencoklitnya, Sabtu, (25/7/2020).
Rukani menyambut kedatangan PPDP yang akan mencoklitnya, Sabtu, (25/7/2020). (TRIBUN JATENG/YUNAN SETIAWAN)

Kendati bertahan di dukuh yang sudah ditenggelamkan abrasi, Rukani enggan menyusul tetangganya pindah tempat.

Ia memilih bertahan di rumah sederhananya.

"Saya sudah tekad tinggal di sini sampai mati," katanya kepada Tribunjateng.com, Sabtu, (25/7/2020).

Halaman
123
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved