KKN Undip
Mahasiswa Undip Bikin Formula Kumur Alami dari Daun Sirih dan Jeruk di Rembang
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan Health Education kebersihan gigi-mulut dan cara membuat formula kumur alami dengan baha
TRIBUNJATENG.COM, REMBANG - Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan Health Education kebersihan gigi-mulut dan cara membuat formula kumur alami dengan bahan yang mudah didapat dan murah meriah.
Yaitu Daun Sirih dan Jeruk Nipis sesuai dengan program SGD’s point 3 yaitu Good Health and Well Being.
Mahasiwa diterjunkan ke lapangan sejak 5 Juli 2020 Universitas untuk melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata di daerah domisili masing-masing, hal tersebut dikarenakan masih berlanjutnya masa pandemik di Indonesia.
Kegiatan ini dilaksanakan karena kesadaran menjaga kebersihan Gigi dan Mulut pada anak-anak di desa Kemadu masih cukup rendah, maka dari itu dilakukan kegiatan Health Education tersebut dan sosialisasi mengenai formula kumur alami.
Menurut Mahasiwa KKN Undip, Nurunnisa Fajriaini, tidak banyak yang mengetahui bahwa Daun Sirih memiliki kandungan fenol dan minyak atsiri alami yang berfungsi sebagai antiseptic.
Sama halnya dengan Jeruk Nipis memiliki kandungan vitamin C dan minyak atsiri pada kulit jeruk yang bermanfaat untuk penyembuhan dan perbaikan jaringan Gingiva serta sebagai antibakteri.
“Percobaan pembuatan formula kumur alami ini dilaksanakan pada tanggal 18 Juli 2020,” kata Nurunnisa, Minggu (26/7/2020).
Keesokan harinya, kegiatan Health Education dilalaksanakan di salah satu rumah warga dengan peserta anak-anak di desa Kemadu RT/RW 01/07 berjumlah 6 orang.
Kegiatan penyampaian materi kesehatan gigi-mulut yaitu cara menyikat gigi yang baik dan benar, menonton video edukasi kesehatan gigi-mulut, penyampaian cara pembuatan formula kumur alami, pendemonstrasian sikat gigi yang baik dan mengaplikasikan hasil formula alami oleh salah satu peserta yang bernama Safia (6 tahun).
Kegiatan Pendidikan Kesehatan mengenai kebersihan gigi-mulut dan formula kumur alami dilakukan secara interakif melalui media berupa presentasi, pemutaran video, dan di simulasikan bersama-sama dengan anak-anak.
Kegiatan ini disambut hangat dan antusias yang sangat tinggi oleh anak-anak selama keberlangsungan program.
“Kegiataan ditutup dengan pemberian sikat gigi dan pasta gigi kepada anak-anak sebagai bentuk reward karena sudah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut,” kata mahasiswi Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro ini.
Seorang peserta, April (8), senang dapat mengikuti kegiatan ini.
“Aku seneng mbak, jadi tau menjaga kesehatan gigi selain menyikat gigi yaitu berkumur dengan obat alami dari jeruk nipis. Saya juga jadi tau cara menyikat gigi yang baik dan benar, terimakasih mbak sikat gigi dan pasta giginya,” ujar April.
Nurunnisa menambahkan, harapan dari kegiatan ini adalah anak-anak lebih faham akan kesadaran diri menjaga dan merawat kesehatan gigi-mulut sehingga tidak berpengaruh pada perkembangan anak, jika anak memiliki gigi yang tidak sehat maka akan sulit mencerna makanan dan akan mengganggu proses pertumbuhan si anak.
Kepala Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) LPPM Undip, Fahmi Arifan ST M.Eng, menyebutkan, ada sejumlah 3.852 mahasiswa mengikuti KKN Tim II 2020. Mereka disebar ke seluruh daerah di Indonesia dari Aceh hingga Papua Barat.
Fahmi mengatakan, adanya pandemi Covid-19 maka kegiatan KKN tim 2 2019/2020 mengalami perubahan.
”Yang biasanya dilakukan secara kelompok (tim) maka pada KKN periode ini dilakukan dengan secara mandiri (individu) atau KKN Pulang Kampung,” kata mahasiswi Teknologi Pangan Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip ini.
KKN yang biasanya dilakukan di lokasi yang ditentukan oleh LPPM, lanjutnya, maka saat ini ditentukan berdasarkan lokasi domisili (kampung halaman) dari mahasiswa atau dapat memilih lokasi di luar domisili.
“Tentunya harus tetap memperhatikan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini,” katanya.
Pada pelaksanaan KKN Tim II TA 2019/2020 ini, melibatkan Dosen KKN sebanyak 105 orang, Dosen Koordinator KKN sebanyak 11 orang, dan Kapus-Sekpus P2KKN (Total 118 orang dosen).
Dijelaskannya, KKN Tim II TA 2018/2019 esensinya tetap merupakan KKN - PPM, dengan imbangan program monodisiplin adalah 2.
Artinya, setiap mahasiswa KKN wajib membuat 2 program monodisipliner sesuai kompetensi keilmuannya, dengan tema Pencegahan Penularan dan Penyebaran Covid 19 dan program pemberdayaan masyarakat dengan pengembangan potensi desa yang bertemakan SDG’s di era pandemi Covid 19.
Kegiatannya antara lain, pemberdayaan keluarga atau masyarakat di lingkungan tempat tinggal yang sesuai dengan SDGs (Sustainabel Development Goals), Pemberdayaan UMKM, tema Bidang Kesehatan, Sains teknologi, Bidang Teknologi Informasi, Bidang Teknologi Industry, Pertanian, Perikanan-Peternakan, Soshum, Agroteknologi, dan Agrobisnis.
”Modul-modul, poster, buku saku, lembar balik dapat digunakan oleh masyarakat desa setelah mahasiswa kembali ke kampus, sehingga program kegiatan dapat berkelanjutan,” jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/proses-pembuatan-formulaobat-kumur-alami-dari-daun-sirih-jeruk-nipis.jpg)