Berita Sragen
Pasar Gemolong Sragen Kembali Dibuka, 40 Persen Pedagang Belum Jualan
Penutupan pasar berakhir, sebanyak 430 atau 40% pedagang di Pasar Gemolong Sragen belum kembali berjualan hari ini
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Penutupan pasar berakhir, sebanyak 430 atau 40% pedagang di Pasar Gemolong Sragen belum kembali berjualan hari ini, Senin (27/7/2020).
Para penjual yang belum membuka lapaknya kembali, sebagian besar berada di dekat kios dua pedagang yang terkonfirmasi Covid-19 pekan lalu.
"Pedagang yang jualan saat ini belum penuh, belum berangkat semua. Baru 60% pedagang yang berangkat."
"Rata-rata yang tutup atau belum berjualan memang kiosnya yang berdekatan dengan kios pasien yang terkonfirmasi Covid-19," kata Lurah Pasar Gemolong, Harjono.
Harjono menyampaikan pihaknya memang meminta pedagang yang kiosnya berdekatan dengan pedagang terkonfirmasi Covid-19 agar tidak dulu berjualan terlebih yang melakukan swab test.
"Kiosnya yang berdekatan saya minta agar tidak jualan terlebih dahulu tapi yang lainnya itu merasa khawatir atau bagaimana nyatanya saat ini belum jualan," lanjut Harjono.
Jumlah pedagang di Pasar Gemolong 1 sendiri sebanyak 1.075 pedagang yang terbagi menjadi los dan kios.
Sementara Pasar Gemolong 2 terdapat 218 pedagang yang terdiri dari 113 pedagang di kios dan 105 los.
Selama 5 hari penutupan, Harjono menyampaikan tidak ada gejolak dari masyarakat ataupun pedagang. Dirinya menyampaikan kesadaran para pedagang sudah ada.
"Semua menjaga, lewat paguyuban sudah memberikan arahan kepada pedagang masing-masing untuk tidak berjualan alhamdulillah semua patuh," katanya.
Sementara untuk penyemprotan disinfektan pihaknya telah melaksanakan secara kontinu dan menyeluruh setiap hari, pagi, siang dan sore.
Harjono menyampaikan ketika pasar ditutup juga dilakukan renovasi jalan masuk pasar hingga jalan bongkar muat depan los dengan di paving.
"Ada renovasi, memang mengambil momen yang sangat bagus waktu pedagang tidak berjualan digunakan untuk memperbaiki pasar yang kurang bagus."
"Perbaikan jalan masuk pasar sampai bongkar muat depan los-los di paving, hari ini sudah jadi," katanya.
Dirinya menyampaikan perbaikan jalan ini mengunakan dana dari anggaran pemerintah daerah sebesar Rp 200 juta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/suasana-pintu-masuk-pasar-gemolong-sragen.jpg)