Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita PSIS

Respon Panpel Soal Usulan Panser Biru Agar PSIS Bermain di Yogyakarta

Dua aliansi suporter PSIS Semarang, Panser Biru dan Snex mendapat undangan sarasehan oleh manajemen PSIS Semarang yang berlangsung di Rumah Makan Supe

Tribun Jateng/Franciskus Ariel Setiaputra
Ketua Panpel PSIS Semarang, Danur Rispriyanto, Juli 2020 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dua aliansi suporter PSIS Semarang, Panser Biru dan Snex mendapat undangan sarasehan oleh manajemen PSIS Semarang yang berlangsung di Rumah Makan Super Penyet, Gajah Mada, Semarang, Sabtu (25/7/2020) kemarin.

Dalam acara tersebut, Panser Biru dan Snex melalui pengurus pusat masing-masing memberi saran kepada manajemen sebaiknya Hari Nur Yulianto dan kawan-kawan tidak bermain di Semarang dalam laga lanjutan Liga 1 2020 yang akan di mulai kembali pada 1 Oktober mendatang.

Usulan kepada manajemen ini, yakni mengenai homebase untuk Liga 1 2020 lebih baik berkandang di Yogyakarta.

Lokasi yang menjadi rekomendasi PSSI bagi sejumlah klub luar Pulau Jawa untuk mencari homebase.

Pertimbangan suporter atas usulan tersebut yaitu kekhawatiran terhadap adanya jebolan oknum suporter yang nekat menyaksikan tim kebanggaannya berlaga.

Padahal menurut ketentuan operator kompetisi, Liga 1 akan dijalankan dengan aturan pertandingan tanpa penonton.

Di sisi lain, ada wacana dari PT, Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI yang akan membantu akomodasi klub jika berkandang di Yogyakarta menjadi alasan supaya klub kebanggaan mereka bermain di luar Kota Semarang.

"Andai semua pertandingan Liga 1 dilaksanakan di Pulau Jawa dan akomodasi ditanggung PSSI dan PT. LIB jika bermain di luar kota, maka kami usul lebih baik main di luar kota karena nanti segala akomodasi menjadi tanggung jawab PSSI," kata ketua Snex, Edy Purwanto pada saat acara sarasehan.

Sementara itu, kepada Tribun Jateng, Minggu (26/7/2020) sore, Ketua Panpel PSIS Semarang Danur Rispriyanto mengungkapkan pihak manajemen akan membawa usulan tersebut dalam manager meeting bersama PT. LIB pada Senin besok.

"Mereka menanyakan kesiapan tim, dan memahami situasi yang di hadapi Panpel. Mereka memahami dan mengusulkan lebih baik PSIS main di Jogja. Itu nanti akan menjadi bahasan kami pada saat manager meeting yang ke dua, besok (Senin-red)," kata Danur.

Ia mengungkapkan, pada prinsipnya pihak PSIS tetap ingin bermain di Semarang dengan pertimbangan keuangan.

Namun jika memang diputuskan bermarkas di Yogyakarta, artinya pihak panitia yang menyiapkan venue pertandingan adalah dari Panpel PSSI. Bukan Panpel PSIS.

"Kalau kami sih pengennya PSIS tetap main di Semarang. Artinya dari segi anggaran dari segi apapun kita berhemat. Kalau kita main di Jogja dengan panpel kita sendiri wah, cost (bianyanya) akan terlalu tinggi," kata Danur.

"Kemarin yang di usulkan suporter, ya sudah main di Jogja, Panpelnya dari PSSI atau dari PT. Liga," imbuh Danur.

Adapun jika PSIS tetap menggunakan Stadion Citarum Semarang sebagai homebasenya di Liga 1, Danur mengakui hal yang masih menjadi kendala adalah perihal perijinan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved