Prakiraan Cuaca
Suhu Udara di Jawa Tengah Ada yang 16 Derajat Celcius, Begini Prakiraan Cuaca BMKG 28 Juli 2020
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini dan prakiraan cuaca di Jawa Tengah (Jateng) pada Selasa (28/7/2020) h
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini dan prakiraan cuaca di Jawa Tengah (Jateng) pada Selasa (28/7/2020) hari ini.
Dari keterangan Forecaster BMKG Kelas II Ahmad Yani Semarang Windan Ratri, langit pada umumnya diprakirakan cerah-berawan.
Laman resmi prakiraan cuaca juga memprakirakan bahwa hampir seluruh wilayah di Jawa Tengah berpotensi cerah, lainnya cerah berawan dan berawan.
Suhu udara di seluruh wilayah mulai dari 16 dan mencapai 34 derajat Celcius.
Suhu udara terendah berada di wilayah Banjarnegara yang bisa mencapai 16 derajat Celcius.
Sedangkan wilayah Wonosobo 17 derajat Celcius dan Temanggung 18 derajat Celcius.
Kelembapan udara di seluruh wilayah berkisar antara 45 hingga 100 persen.
Perlu diketahui, wilayah Jawa Tengah sendiri sudah memasuki masa musim kemarau pada Mei 2020 lalu.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang Iis Widya Harmoko mengatakan bahwa menjelang dan pada puncak musim kemarau, langit pada umumnya cerah atau hampir tidak ada awan pada sepanjang hari.
Kondisi tersebut menyebabkan energi matahari tidak banyak mengalami halangan untuk masuk permukaan bumi sehingga suhu pada siang hari menjadi terasa lebih hangat.
“Beberapa hari belakangan (langit) hampir tidak ada awan, clear.
Ketika tidak ada perawanan, energi masuk tanpa menghalangi sehingga udara terasa panas dan kering,” ungkapnya ketika dihubungi Tribunjateng.com, Minggu (26/7/2020) siang.
Sedangkan, lanjutnya, pada malam hari energi yang diserap akan dilepaskan kembali langit dan bisa berlangsung lebih maksimal karena langit yang cerah.
Dengan begitu udara menjadi terasa lebih dingin dibanding musim sebelumnya.
“Pelepasan energi matahari yang terserap oleh bumi pada malam hingga dini harinya tidak terhalangi awan, itulah kenapa udara menjadi dingin,” imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/embun-es-atau-bun-upas-di-candi-arjuna-dieng-banjarnegara-jawa-tengah.jpg)