Breaking News:

Berita Solo

Jumlah Hewan Kurban di Solo Menurun Dibandingkan Tahun Lalu

Jumlah hewan kurban dalam perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah kemungkinan menurun dibandingkan jumlah hewan kurban pada perayaan tahun lalu.

Istimewa
Pemotongan hewan kurban di RPH Jagalan Jebres Solo. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Jumlah hewan kurban dalam perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah kemungkinan menurun dibandingkan jumlah hewan kurban pada perayaan tahun lalu.

Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Distan KPP) Kota Solo, Sudarmanto menyampaikan, data sementara hewan kurban di lima kecamatan wilayah Kota Solo hingga Sabtu (1/8/2020) Pukul 12.10. Tercatat ada sejumlah 2.308 ekor sapi, 4.695 ekor kambing dan 176 ekor domba.

Selain berasal dari wilayah Solo Raya, hewan kurban tersebut sebagian kecil juga berasal dari Bali dan Madura.

"Data itu tiap menit berganti. Dibandingkan dengan tahun lalu, ada selisih banyak meski pengembelihan masih berlangsung hingga Senin (3/8/2020)," katanya kepada Tribunjateng.com.

Dia mengungkapkan, selama penyembelihan hewan kurban pada tahun lalu, ada sejumlah 3.000 an ekor sapi, 7.000 ekor kambing dan sekitar 300 ekor domba.

Lanjutnya, data hewan kurban itu dihimpun dari beberapa masjid dan instansi yang menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban di wilayah Kota Solo.

"Asumsi data sementara yang tinggal dua hari, kalau melenihi tahun kemarin kekihatannya sulit juga," ungkap Darmanto.

Menurutnya, pandemi virus Covid-19 yang turut berdampak terhadap sektor ekonomi menjadi salah satu penyebab menurunnya jumlah hewan kurban yang disembelih tahun ini. Selain beberapa sekolah yang tidak melakukan penyembelihan hewan kurban.

Sementara itu, Medik Veteriner Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jagalan, Ardit Fermansyah menambahkan, ada penurunan pengguna jasa penyembelihan hewan kurban di RPH Jagalan sekitar 30 persen dibandingkan tahun lalu.

"Hari pertama 38 sapi, hari kedua ada 30 ekor, besok yang sudah daftar ada 4 ekor, ada enam tambahan tapi belum pasti. Hari terkahir ada satu yang sudah daftar," ucapnya.

Padahal RPH Jagalan dapat menyembelih sampai 100 ekor sapi saat perayaan Idul Adha tahun lalu.

Menurutnya, beberapa masjid yang tidak menggelar kurban menjadi penyebab turunnya pengguna jasa di RPH Jagalan.

"Mereka memandang perlu untuk tidak mengadakan karena dapat menghadirkan orang banyak saat penyembelihan. Serta beberapa sekolah yang tidak berkurban," jelasnya.

Ardit menuturkan, dalam pemotongan hewan kurban, pihaknya memfasilitasi tempat penampungan dan pemeriksaan hewan. Terkait tarif menjadi kesepakatan antara tim petugas yang memotong dengan pengguna jasa.

"Biasanya berkisar Rp 600 ribu per ekor. Dipotong jadi delapan bagian. Jeroan sudah bersih. Tinggal dicacah jadi bagian kecil," pungkasnya. (Ais)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved