Breaking News:

Parenting

Yuk Ajak Anak Kembangkan Imajinasi dari Buku Cerita

Kebiasaan membacakan buku cerita untuk anak ternyata bisa berdampak positif. Anak jadi bisa memetik nilai-nilai kebaikan dan perasaan yang lebih peka.

istimewa
Ilustrasi Anak-anak membaca buku 
Ilustrasi anak-anak membaca buku
Ilustrasi anak-anak membaca buku (IST)

APAKAH ibu sering membacakan cerita pengantar tidur untuk sang buah hati? Kegiatan ini ternyata tak hanya menghibur, tetapi punya segudang manfaat juga untuk tumbuh kembang si kecil.
Dongeng yang ibu ceritakan secara langsung nyatanya punya kelebihan tersendiri. Orangtua bisa merasakan manfaatnya seiring anaknya bertumbuh. Hal itu dirasakan oleh ibu satu anak, Iis Solihat.
Iis, panggilannya, mulai mendongeng anaknya itu sejak lahir. Bahkan, beberapa hari setelah lahir, anaknya pun diberi buku kain pertamanya yang menyerupai bantal.
Kini, anaknya yang hampir menginjak usia 2 tahun itu telah memiliki sekitar 20 lebih koleksi buku cerita bergambar dengan tema islami dan pengetahuan umum. Iis suka memberi cerita kepada anak-anak karena profesinya sebagai guru.
"Saya sering kasih cerita nabi, petualangan fiksi, dan kisah-kisah teladan gitu kepada para anak TK, SD, hingga SMP. Makanya, kebiasaan itu berlanjut seiring mempunyai anak," kata ibu muda berusia 24 tahun ini.
Iis lumayan sering mendongengi anaknya. Saat masih bayi dulu, dia paling hanya bercerita soal binatang dan ringkasan aktivitas orang-orang terdekat. Namun, itu tak dilakukan Iis setiap hari.
Biasanya, Iis lebih dulu melihat kondisi anaknya memungkinkan atau tidak untuk didongengi. Jadi, warga Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes ini tidak melulu bercerita kepada anaknya jelang sebelum tidur.
"Bergantung kesempatan aja. Sayakan mengurus rumah tangga tanpa ART, jadi ga bisa tiap hari memberi dongeng. Namun, saya rasa waktu yang tepat memberikan cerita kepada anak saat sore dan malam hari. Saya seringnya di dua waktu itu," tuturnya.
Iis ingat selain buku kain pertama bagi anaknya, ia juga pernah memberikan buku Hallo Balita Seri Kisah Para Nabi. Buku itu diberikan Iis saat anaknya telah berusia 13 bulan.
Iis merasa, maksud ia memberi buku dan mendongengi anak bisa terasa manfaatnya sekarang. Kini, kata Iis, anaknya yang dipanggil Gusti itu perkembangan bicaranya bisa dibilang di atas rata-rata teman seusianya.
Dia bilang, anaknya yang berusia kurang dari 2 tahun itu sudah bisa bercerita kejadian yang dialaminya. Sudah lebih dari lima kalimat yang diucapkan Gusti kepada Iis.
Selain pintar berbicara, Iis juga merasa jika Gusti sekarang jadi mudah diberitahu. Beberapa momen, sewaktu anaknya malas mandi, Iis cukup memberi dongeng singkat seputar kebersihan. Akhirnya, Gusti dengan sendirinya mau mandi juga.
"Sering bercerita membuat ikatan saya dengan anak kian meningkat. Ikatan kasihnya kayak lebih kuat gitu. Sekarang, Gusti juga kosakatanya sudah luas banget. Kalau ditanya, jawabannya pasti dengan kalimat yang cukup panjang dan nyambung," paparnya.
Sementara, ibu lainnya, Diana Wanti sempat memiliki pengalaman juga seputar bercerita kepada kedua anaknya. Maklum, pembawaan Diana yang senang bersosialisasi itu membuat ia kerap kali bercerita.
Dulu, dia sering memberikan buku-buku bergambar, bahkan komik kepada kedua anaknya. Namun, komiknya disesuaikan dengan usia. Yang terpenting, bagi Diana, buku tersebut memiliki nilai yang bisa dicontoh anaknya.
"Kalau cerita, paling seputar kisah-kisah teladan. Sempat juga cerita soal ashabul kahfi yang tidur sampai beratus-ratus tahun. Itu dulu, saya pernah punya komiknya. Saya sering bercerita soal mukjizat para nabi juga biar mereka penasaran," ungkap warga Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal ini.
Sebenarnya, dia mengaku tidak begitu rutin memberikan dongeng kepada anak. Itu dilakukan Diana jika sudah benar-benar luang. Maklum, Diana merupakan wiraswasta yang tidak bisa berlama-lama bersama sang anak.
"Kalau benar-benar sedang waktu luang saja. Tapi terkadang, kalau capek kerja, terus istirahatnya bareng anak, pasti ada aja yang diceritain. Misalkan anak pertama saya bingung sama pelajaran yang didapat di kelas, saya akan jawab sebisanya. Saat itu, tiba-tiba selalu ada saja energi baru yang membuat saya tidak lelah," cerita Diana. (gum)

Editor: moh anhar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved