Berita Tegal
Keren, Pembagian Daging Kurban di Mejasem Tegal Manfaatkan Sensor di e-KTP
Satu mushola di Desa Mejasem Barat, Tegal memanfaatkan sensor untuk mendeteksi data yang ada di KTP elektronik atau e-KTP untuk bagikan daging kurban
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Panitia kurban di Desa Mejasem Barat, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, membuat inovasi dalam membagikan daging hewan kurban kepada masyarakat.
Jika biasanya panita kurban menggunakan kupon, satu mushola di Desa Mejasem Barat, Kabupaten Tegal memanfaatkan sensor untuk mendeteksi data yang ada di KTP elektronik atau e-KTP.
Sistem tersebut dinamai oleh panitia dengan e-Qurban.
Pembagian e-Qurban tersebut diterapkan di Mushola Attabik Khoirul Ummah di Jalan Pala Barat No 8 Mejasem Barat, Kabupaten Tegal.
Dengan penerapan e-Qurban, menjadikan panitia dan masyarakat tidak bersentuhan tangan.
• Disentil Mendagri Tito Karnavian Gara-gara Rambut Pirang, Pasha Ungu Kini Plontos
• Remaja 17 Tahun Dalang Peretas Twitter, Bajak Akun Barack Obama hingga Bill Gates, Kini Ditangkap
• Hasil Liga Italia Tadi Malam: Lazio Gempur Tuan Rumah Napoli hingga Menang 3-1
• Artis Ike Mengaku Diminta Hapus Foto Bersama Jokowi, Pemprov DKI Layangkan Somasi
Panitia kurban Mushola Attabik Khoirul Ummah Tegal, Muhromin mengatakan, pembagian daging kurban di wilayahnya memang sengaja menggunakan sistem Information Technology (IT).
Ia mengatakan, upaya ini untuk menjaga protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 tetap dilaksanakan.
Sementara daging kurban yang dibagikan ada sebanyak 750 bungkus dari jumlah hewan kurban tiga ekor sapi dan delapan ekor kambing.
"Salah satu tujuannya untuk memprioritaskan protokol kesehatan. Masyarakat tetap harus jaga jarak dan bermasker," kata Muhromin kepada tribunjateng.com, Sabtu (1/8/2020).
Muhromin menjelaskan, dalam e-Qurban pertama masyarakat diwajibkan membawa e-KTP asli.
Saat pendaftaran pada pagi hari, masyarakat berbaris dengan jarak 1 meter kemudian men-scan e-KTP pada alat yang disediakan panitia.
Menurut Muhromin, identitas pemilik e-KTP secara otomatis akan terdata di komputer panitia.
Pada siang harinya, masyarakat mengambil daging kurban dengan menempelkan e-KTP di alat scan pendaftaran.
"Berbunyi tit berarti dia sudah daftar. Kemudian pengambilan scan lagi, suaranya beda krek, krek, krek. Jadi Insyaallah tidak ada yang dobel," jelasnya.
Seorang warga, Wulan (50) mengatakan, inovasi yang dilakukan panitia kurban Mushola Attabik Khoirul Ummah Tegal, memudahkan masyarakat umum.
Selain mudah, upaya tersebut membuat warga jadi teratur.
Ia menilai, masyarakat jadi jaga jarak dan tidak berdesakan-desakan.
Hal itu karena masyarakat yang terdaftar tidak takut tidak kebagian.
"Jadi daftarnya pakai e-KTP, ditempelin trus data langsung masuk. Bagus dan mudah," kata Wulan warga Desa Pacul, Kabupaten Tegal.
Inovasi Buatan Ketua RT
Siapa sangka, ide e-Qurban datang dari ketua RT di lingkungan Mushola Attabik Khoirul Ummah di Jalan Pala Barat No 8 Mejasem Barat, Kabupaten Tegal.
Dia adalah Yun Setiawan, Ketua RT 03 RW 13 Desa Mejasem Barat, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.
Yun bercerita, e-Qurban ini merupakan perbaikan sistem pembagian daging kurban dari tahun-tahun sebelumnya.
Ia mengatakan, pembagian daging kurban dengan sitem IT di wilayahnya sudah berlangsung tiga tahun ini.
Tahun-tahun sebelumnya pernah menggunakan kode bar di kupon dan menggunakan foto.
"Karena ini masa pandemi Covid-19, jadi kita harus membatasi interaksi menggunakan e-KTP sebagai media," ungkapnya.
Yun menjelaskan, sensor e-KTP akan membaca nomer kartu kemudian langsung disimpan ke dalam database untuk selanjutnya diverifikasi.
Jika e-KTP tersebut terdaftar maka ada kode tertentu yang memberikam tanda sudah terdaftar.
Begitu juga sebaliknya, akan ada kode tertentu berupa bunyi yanga berbeda.
"Ada kode berupa yang menyebutkan pemilik e-KTP sudah terdaftar atau belum," jelasnya.
Jika e-KTP tersebut terdaftar maka ada kode tertentu yang memberikan tanda sudah terdaftar.
Begitu juga sebaliknya, akan ada kode tertentu berupa bunyi yang berbeda.
"Ada kode berupa bunyi yang menyebutkan pemilik e-KTP sudah terdaftar atau belum," jelasnya. (fba)