Breaking News:

Usai Temui di Rutan, Otto Hasibuan Terima Tawaran Jadi Kuasa Hukum Djoko Chandra

Pengacara kondang Otto Hasibuan menerima tawaran untuk jadi kuasa hukum terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra.

KOMPAS/Lucky Pransiska
Otto Hasibuan 

TRIBUNJATENG.COM - Pengacara kondang Otto Hasibuan menerima tawaran untuk menjadi kuasa hukum terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra. Hal ini dikatakan Otto setelah menemui Djoko, di Rutan Salemba cabang Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (1/8) malam.

"Keluarga Djoko mendesak saya untuk bertemu beliau. Setelah kami bertemu dan berbincang, saya memutuskan untuk menerima permintaan untuk jadi pengacara dia.Mulai hari ini (Sabtu 1/8), saya resmi jadi kuasa hukum Djoko,” kata Otto.

Otto mengatakana dia baru mendapat tugas dari Djoko untuk menjadi kuasa hukum pada kasus di Mabes Polri. Untuk pengajuan peninjauan kembali (PK), kata dia, masih berada ditangani oleh pengacara Anita Kolopaking.

Anita, pekan lalu, ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga terlibat dalam kasus surat jalan palsu untuk Djoko.

Otto akan bekerja menangani dua hal. Kedua hal tersebut yakni mengenai penahanan yang dilakukan Kejaksaan Agung dan perkara yang tengah bergulir di Bareskrim Polri

Otto mempertanyakan dasar penahanan tersebut. Ia pun mempertimbangkan mengenai opsi praperadilan.

Otto mengatakan dalam putusan PK, Djoko dijatuhi hukuman dua tahun yang sifatnya deklarator. Djoko juga dihukum membayar denda Rp 15 juta. "Kemudian menyatakan uang dirampas untuk negara, yang Rp 500 miliar itu. Itu saja. Jadi tidak ada putusan yang sifatnya kondemnator, menghukum atau memerintahkan Djoko harus ditahan," kata Otto.

Masalah kedua yang akan ditangani Otto yakni soal surat jalan alias surat sakti yang dikeluarkan Brigjen Prasetijo Utomo untuk kabur ke luar negeri. Djoko juga dibantu Prasetijo mengurus surat bebas Covid-19. Otto mengatakan kliennya berstatus sebagai saksi dalam kasus ini.

"Djoko Tjandra hanya diperiksa sebagai saksi perkara Prasetijo, jadi dia enggak ada tersangka di kasus surat jalan. Sampai sekarang belum ada, hanya sebagai saksi,” kata Otto. (*)

Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved