Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Virus Corona Jateng

Bertambah Satu, Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Tegal Meninggal Jadi Tujuh Orang

Seorang pasien konfirmasi Covid-19 asal Kabupaten Tegal meninggal dunia. Kematian kedua dalam minggu ini menambah daftar jumlah kasus kematian akibat

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: m nur huda
Istimewa
Ilustrasi penanganan kasus covid-19 di Kabupaten Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Seorang pasien konfirmasi Covid-19 asal Kabupaten Tegal meninggal dunia. Kematian kedua dalam minggu ini menambah daftar jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Tegal menjadi tujuh orang.

Selain itu, ada penambahan satu kasus konfirmasi Covid-19 baru lainnya yang saat ini sedang menjalani isolasi baik mandiri di rumah.

Informasi ini disampaikan juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal, Joko Wantoro, Minggu (2/8/2020).

Joko mengungkapkan, pasien konfirmasi yang meninggal dunia tersebut adalah seorang laki-laki berinisial S (62), asal Desa Margapadang, Kecamatan Tarub.

Sebelum meninggal pada Minggu (2/8/2020) sore, S yang berprofesi sebagai pengayuh becak di Jakarta ini sempat dirawat selama 12 hari di RS Mitra Siaga Tegal, sejak hari Rabu (22/7/2020) dengan keluhan demam dan sesak nafas.

Diberitakan sebelumnya, dari hasil pemeriksaan medis pada pasien S, ditemukan adanya penyakit komorbid yaitu diabetes.

Joko mengungkapkan, keberadaan komorbid atau penyakit penyerta pada pasien konfirmasi dapat memperparah kondisinya hingga menyebabkan kematian.

“Penyakit penyerta memperburuk klinis pasien Covid-19 karena imun atau kekebalan tubuhnya untuk melawan infeksi virus jadi lebih rendah, apalagi jika faktor komorbid itu tidak terkontrol dengan baik,” jelas Joko, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Minggu (2/8/2020) malam.

Seringkali pasien tidak menyadari jika dirinya mengidap penyakit kronis seperti diabetes mellitus, penyakit paru obtruktif kronik, tuberkulosis, hipertensi, atau bahkan kardiovaskuler.

Penyakit kronis tersebut baru terdeteksi setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh pada diri pasien untuk menegakkan diagnosis.

Joko menambahkan, pihaknya telah melakukan penelusuran dan pelacakan pada Kamis (30/7/2020) lalu, dan mendapati ada 16 orang yang menjadi kontak eratnya.

Selain meminta mereka untuk melakukan karantina mandiri di rumah, rencananya akan dilakukan pengambilan spesimen swab pada seluruh kontak erat pada Senin (3/8/2020).

Sementara, penambahan baru satu kasus konfirmasi Covid-19 adalah seorang laki-laki berinisial N (38), asal Desa Pedagangan, Kecamatan Dukuhwaru.

Sebelumnya, bersama karyawan lainnya, N menjalani uji cepat Covid-19 di Jakarta pada Rabu (22/7/2020) lalu dengan hasil rektif.

Hal tersebut dilakukan setelah kakak dari pemilik ruko tempat N bekerja di Jakarta menderita sakit dan hasil uji cepatnya reaktif.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved