Berita Sragen
Paseduluran Keluarga Besar Sragen Canangkan Sirkular Ekonomi Desa
Paseduluran Keluarga Besar Sragen (PKBS) lakukan FGD Pilot Project Pembangunan Sirkular Ekonomi Desa di wilayah Sragen, Senin (3/8/2020).
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Paseduluran Keluarga Besar Sragen (PKBS) lakukan FGD Pilot Project Pembangunan Sirkular Ekonomi Desa di wilayah Sragen, Senin (3/8/2020).
Dalam hal ini PKBS bekerjasama dengan Pemkab Sragen melalui Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbang) Sragen.
Ekonomi sirkular ini akan menyesuaikan program desa yang telah direncanakan di desa sehingga program ini akan menggandeng kepala desa.
"Kita tidak menggunakan dana desa, pengusaha akan turun gunung. Kita berikan stimulan desa punya program di dana desa kita berikan arahan sesuai dengan potensi desa masing-masing," kata Ketua Paseduluran Keluarga Besar Sragen (PKBS), Teddy Sujarwanto.
Teddy panggilan akrabnya menyampaikan dalam pilot project ini akan menerapkan sirkuler pedesaan ekonomi.
"Sirkuler ekonomi adalah manusia hidup itu butuh uang berakhirnya harus jadi uang lagi jadi muter, bukan orang butuh uang dalam hidup kemudian berakhir menjadi limbah, sampah dan mencemari lingkungan," kata Teddy di sela-sela acara.
Pihaknya akan memikirkan bagaimana mengemas semua sesuatu yang dibuang itu akan menjadi bermanfaat sehingga akan menjadi nilai ekonomi yang lebih sehingga akan terjadi kemakmuran masyarakat.
Dirinya mencontohkan para petani yang membakar gagang padi usai panen yang kemudian menjadi arang untuk ditaburkan ke tanah sawah menjadi unsur hara.
"Saat membakar itu kan mencemari lingkungan panas, panas itu nanti kita masukkan di dalam bowler sehingga menghasilkan steam, steam menghasilkan listrik, listrik untuk pompanisasi."
"Biasanya para petani menghasilkan beras, beras dijual ke pasar untuk beli solar begitu terus, kapan kayanya?," katanya.
Pihaknya manfaatkan atau mengoptimalkan limbah sehingga dapat menambah penghasilan bagiamana fungsi sirkuler ekonomi sesungguhnya.
Sebagai permulaan satu tahun ini pihaknya akan melakukan pilot project di lima klaster yakni di sisi barat sekitar Kecamatan Plupuh, utara di Kecamatan Tangen, timur di Kecamatan Sambungmacan , selatan Sambirejo dan di tengah yakni pemberdayaan masyarakat.
"Mudah-mudahan menjadi contoh kota lain kita ajak kepala desa karena akan menjadi ujung tombak di depan pembangunan desa, pemberdayaan menuju adil dan yang beradab," katanya.
Jadi keberadaan kita mulai di kepala desa, maka kita mengarahnya kepada desa, desa kita kejar terlebih dahulu
Sri Puryono, Wakil Ketua Dewan Pembina PKBS sirkular desa akan mengedepankan lima unsur yakni SDM, skill atau keahlian, permodalan, pendampingan dan akses pasar atau tata niaga.