Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

10 Persen Siswa di Kabupaten Semarang Masih Kesusahan Pembelajaran Daring

Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo, menyebut 10 persen siswa SD dan SMP di

Tayang:
Penulis: akbar hari mukti | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI
Para siswa melakukan pembelajaran daring di rumah aspirasi Bambang Kusriyanto, Susukan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Selasa (4/8/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo, menyebut 10 persen siswa SD dan SMP di Kabupaten Semarang masih susah melaksanakan pembelajaran daring.

"Pemetaan belum kami lakukan secara mendalam, tapi data awal masih ada 10 persen yang kesusahan belajar daring," papar Sukaton, Selasa (4/8/2020).

Ia menjelaskan, ada beragam permasalahan yang menurut Sukaton terjadi terkait pembelajaran daring di masa pandemi corona.

Lettu Inf Gunawan Grup 3 Kopassus Meninggal saat Bertugas di Papua, Jenazah Dimakamkan di Demak

Beredar Video dan Foto Ijab Kabul Pernikahan Cak Malik yang Digosipkan Suami Nella Kharisma: Sah!

Nasib Babinsa Pengungkap Rahasia TNI Gadungan 12 Tahun

Wulan Guritno 4 Bulan Tak Bertemu Shaloom Razade, Tolak Peluk Putrinya Saat Pulang

Di antaranya siswa yang tak memiliki ponsel pintar sehingga harus menggunakan ponsel orangtuanya.

Atau siswa yang sebenarnya sudah memiliki ponsel pintar, tetapi kesulitan membeli kuota internet.

"Juga di beberapa daerah di Kabupaten Semarang, mereka kesusahan sinyal," jelas Sukaton.

Disdikbudpora, lanjutnya, memberikan solusi bagi siswanya yang mengalami kesusahan mengaplikasikan pembelajaran secara daring.

Di antaranya para siswa tetap dilayani apabila ingin masuk ke sekolah untuk belajar.

"Tapi ada syaratnya, yakni orangtua sudah mengizinkan dan wilayahnya harus masuk zona hijau persebaran corona," papar dia.

Ia menjelaskan dari 19 kecamatan di Kabupaten Semarang, hingga saat ini yang termasuk zona hijau corona hanya di Kecamatan Kaliwungu.

Ia menjelaskan saat ini sudah ada grup siswa yang masuk ke sekolah untuk mendapatkan pelajaran secara tatap muka.

"Karena kami menginginkan agar guru tetap melayani.

Ada grup 3 sampai 4 siswa masuk sekolah, tapi tidak setiap hari," jelas Sukaton.

Selain itu, solusi lainnya menurut Sukaton ialah guru melakukan tracking ke daerah-daerah.

Misal menemui beberapa siswanya di satu dusun.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved